BERBUAT BAIK PADA ORANG TUA

Ξ July 14th, 2011 | → 1 Comments | ∇ Al-Islam, Tausyiah |

Bentuk-Bentuk Berbuat Baik Kepada Kedua Orang Tua Adalah :

Pertama.

Bergaul dengan keduanya dengan cara yang baik. Di dalam hadits Nabi  Shallallahu ‘alaihi wa sallam disebutkan bahwa memberikan kegembiraan  kepada seorang mu’min termasuk shadaqah, lebih utama lagi kalau  memberikan kegembiraan kepada kedua orang tua kita.

Dalam  nasihat perkawinan dikatakan agar suami senantiasa berbuat baik kepada  istri, maka kepada kedua orang tua harus lebih dari kepada istri. Karena  dia yang melahirkan, mengasuh, mendidik dan banyak jasa lainnya kepada  kita.

Dalam  suatu riwayat dikatakan bahwa ketika seseorang meminta izin untuk  berjihad (dalam hal ini fardhu kifayah kecuali waktu diserang musuh maka  fardhu ‘ain) dengan meninggalkan orang tuanya dalam keadaan menangis,  maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Kembali dan  buatlah keduanya tertawa seperti engkau telah membuat keduanya menangis” [Hadits Riwayat Abu Dawud dan Nasa’i] Dalam riwayat lain dikatakan :  “Berbaktilah kepada kedua orang tuamu” [Hadits Riwayat Bukhari dan  Muslim] (more…)

 

NASEHAT LUQMAN (Surat 31:13-19)

Ξ July 14th, 2011 | → 1 Comments | ∇ Al-Islam, Tausyiah |

Luqman adalah seorang yang Sholeh dan memiliki akhlaq yang mulia, yaitu akhlaq yang berbasiskan kepada keimanan yang kokoh. Namanya diabadikan oleh Allah SWT dalam salah satu surat di dalam Al Qur an, yakni surat ke 31. Sehingga di dalam surat ini Allah memberikan pelajaran kepada kita akan kesholehan Luqman dalam memberikan nasehat kepada anaknya, yakni nasehat yang mengandung unsur KEILMUAN yang mendalam, KEIKHLASAN yang suci dan KECINTAAN yang tinggi. Oleh karena itu Allah SWT memberikan hikmah kepada Luqman, tetapi Allah SWT tidak memberikan wahyu, karena wahyu diperuntukkan bagi seorang Nabi, dan secara otomatis setiap Nabi pasti dikaruniakan Hikmah oleh Allah SWT.

HIKMAH :
a. Ilmu yang mendalam
b. Ilmu yang diamalkan/dipraktekkan
c. Intuisi yang tajam
d. Kemampuan untuk menyampaikan pesan (Q.S. 16 : An Nahl : 125)
e. Sikap yang arif/bijaksana dalam menghadapi persoalan, yaitu kemampuan seseorang untuk menempatkan sesuatu secara proporsional
f. Memiliki sikap syukur ketika mendapat kesuksesan, dan sabar dalam menghadapi kegagalan (tidak takabur)

MACAM-MACAM SYUKUR :
1. Syukur dengan Hati : Mengekspresikan nikmat-nikmat Allah SWT yang tak terhingga (menyadari nikmat Allah SWT)
2. Syukur dengan Lisan : Mengekspresikan rasa syukur dengan kata-kata
3. Syukur dengan Perbuatan : Mengekspresikan rasa syukur dengan cara berperilaku seperti yang diinginkan/ diridhoi Allah SWT

NASEHAT LUQMAN :
1. Jangan Berbuat Syirik (menyekutukan Allah SWT), meyakini ada dzat yang setingkat dengan Allah SWT. (contoh, percaya kepada Paranormal, dll) (Q.S. 31 : Luqman : 13) (Q.S. 10 : Yunus : 18) (Q.S. 5 : Al Maidah : 72)
Pengertian Syirik :
· Syirik artinya meyakini ada yang memiliki kekuasaan dan keagungan yang sebanding dengan Allah SWT.
· Syirik artinya “mensekutukan” Allah SWT. (more…)

 

PUASA-PUASA SUNNAT SEPANJANG TAHUN

Ξ December 10th, 2007 | → 13 Comments | ∇ Al-Islam, Tausyiah |

1. Puasa enam hari dalam bulan Syawal
Keutamaannya sangat besar sebagaimana sabda Nabi Muhammad s.a.w.: “Barang siapa berpuasa Ramadhan, kemudian diiringi dengan puasa (sunnat) enam hari dalam bulan Syawal adalah seperti puasa selama setahun.” (H.R. Muslim)

Cara melakukannya yang terbaik (afdal) secara berturut-turut dan dimulai pada hari kedua bulan Syawal, tetapi boleh dan sah dengan tidak berturut-turut, misalnya sehari puasa dua hari tidak, kemudian puasa lagi, asalkan genap enam hari didalam bulan Syawal.

2. Puasa hari ‘Arafah (9 Zulhijjah)
Disunatkan kepada orang yang tidak melakukan ibadah haji, sebagaimana dijelaskan hadith dari Abi Qatadah r.a. ujarnya, Rasullullah s.a.w. telah ditanya oleh sahabat mengenai puasa hari ‘Arafah, sabda beliau SAW: “Ia menghapuskan dosa setahun yang lalu dan tahun-tahun kemudiannya.” (H.R. Muslim dan al-Turmuzi)

Meneruskan hadith dari Abi Qatadah r.a. bahwa Rasullullah s.a.w. bersabda: “Puasa pada hari ‘Arafah itu menghapuskan dosa dua tahun yang lalu dan tahun yang akan datang.” (H.R. Muslim)
(more…)

 

Tujuh Golongan yang Dinaungi Allah SWT

Ξ November 20th, 2007 | → 4 Comments | ∇ Al-Islam, Tausyiah |

H.R Bukhari & Muslim

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Dari Nabi saw., beliau bersabda: Ada tujuh golongan yang bakal dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya, pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu:
1. Pemimpin yang adil,
2. pemuda yang tumbuh dengan ibadah kepada Allah (selalu beribadah),
3. seseorang yang hatinya bergantung kepada mesjid (selalu melakukan salat jamaah di dalamnya),
4. dua orang yang saling mengasihi di jalan Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah,
5. seorang yang diajak perempuan berkedudukan dan cantik (untuk berzina), tapi ia mengatakan: Aku takut kepada Allah,
6. seseorang yang memberikan sedekah kemudian merahasiakannya sampai tangan kanannya tidak tahu apa yang dikeluarkan tangan kirinya
7. seseorang yang berzikir (mengingat) Allah dalam kesendirian, lalu meneteskan air mata dari kedua matanya

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim : 1712

 

7B Kunci Sukses

Ξ October 30th, 2006 | → 3 Comments | ∇ Tausyiah |

  1. Beribadah dengan benar dan Istiqomah (Ibadah di Masjid dan Tahajjud)
  2. Berakhlak Terpuji. Akhlak = respon spontan terhadap kejadian
  3. Belajar dan berlatih tiada henti
  4. Bekerja dengan Keras, Cerdas, Ikhlas, dan Tuntas
  5. Bersahaja dalam hidup / Proporsional
  6. Bantu Sesama – SEDEKAH
  7. Bersihkan Hati Selalu. Hindari Sombong, Dengki, Riya (SDR)