<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Telecommunications &#038; Internetworking</title>
	<atom:link href="http://mudji.net/press/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mudji.net/press</link>
	<description>It's better to fight for something than live for nothing</description>
	<pubDate>Fri, 28 Oct 2011 02:58:29 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>MEMODIFIKASI SSH PORT PADA CISCO ROUTER</title>
		<link>http://mudji.net/press/?p=262</link>
		<comments>http://mudji.net/press/?p=262#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Sep 2011 08:13:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mudji</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Technology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mudji.net/press/?p=262</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai contoh kita diperintahkan untuk mengkonfigurasi Router1 supaya bisa diakses via SSH menggunakan port 2009.
Seperti kita ketahui, SSH menggunakan tcp port 22. Jadi bagaimana kita bisa merubah/memodifikasi tcp port pada R1 agar bisa terkoneksi via SSH?  Berikut cara mengkonfigurasi SSH hanya di R1. Fitur ini disebut dengan SSH rotary.
Pertama-tama kita harus men-generate RSA key pair pada router dengan perintah crypto key generate rsa. Tapi sebelumnya kita harus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai contoh kita diperintahkan untuk mengkonfigurasi Router1 supaya bisa diakses via SSH menggunakan port 2009.</p>
<p>Seperti kita ketahui, SSH menggunakan tcp port 22. Jadi bagaimana kita bisa merubah/memodifikasi tcp port pada R1 agar bisa terkoneksi via SSH?  Berikut cara mengkonfigurasi SSH hanya di R1. Fitur ini disebut dengan <span style="color: #ff0000;"><strong>SSH rotary</strong></span>.</p>
<p>Pertama-tama kita harus men-generate RSA key pair pada router dengan perintah <span style="color: #ff0000;"><strong>crypto key generate rsa</strong></span>. Tapi sebelumnya kita harus mengkonfigurasi <span style="color: #ff0000;"><strong>hostname</strong></span> dan <span style="color: #ff0000;"><strong>domain-name server</strong></span> pada router tersebut:</p>
<div style="background: none repeat scroll 0% 0% #e6e6e6; border: 1pt solid windowtext; padding: 1pt 4pt;">
<div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% #000000; border: medium none; padding: 0cm;">
<pre style="text-align: left;">router(config)# hostname R1
R1(config)# ip domain name cisco.com
R1(config)# crypto key generate rsa
The name for the keys will be: R1.cisco.com
Choose the size of the key modulus in the range of 360 to 2048 for your
  General Purpose Keys. Choosing a key modulus greater than 512 may take
  a few minutes.
How many bits in the modulus [512]: 1024
% Generating 1024 bit RSA keys, keys will be non-exportable...[OK]</pre>
</div>
</div>
<p>Setelah &#8221;RSA key pair&#8221; berhasil dibuat, kemudian diperlukan <span style="color: #ff0000;"><strong>user</strong></span> dan <span style="color: #ff0000;"><strong>password</strong></span> yang harus dikonfigurasi dan meletakkannya pada setting &#8220;line VTY&#8221; untuk bisa mengakses router tsb, <span id="more-262"></span></p>
<div style="background: none repeat scroll 0% 0% #e6e6e6; border: 1pt solid windowtext; padding: 1pt 4pt;">
<div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% #000000; border: medium none; padding: 0cm;">
<pre style="text-align: left;">R1(config)# username cisco password CISCO
R1(config)# line vty 0 4
R1(config-line)# login local</pre>
</div>
</div>
<p>Sekarang kita sudah bisa mengkonfigurasi router tsb agar bisa menerima koneksi SSH menggunakan port 2009. Hal ini bisa dilakukan dengan perintah <span style="color: #ff0000;"><strong>ip ssh port</strong></span> dan <span style="color: #ff0000;"><strong>rotary group</strong></span>. Kemudian rotary group dikonfigurasi pada line VTY:</p>
<div style="background: none repeat scroll 0% 0% #e6e6e6; border: 1pt solid windowtext; padding: 1pt 4pt;">
<div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% #000000; border: medium none; padding: 0cm;">
<pre style="text-align: left;">R1(config)# ip ssh port 2009 rotary 1
R1(config)# line vty 0 4
R1(config-line)# rotary 1</pre>
</div>
</div>
<p>Kita bisa melakukan verifikasi apakah konfigurasi kita sudah benar dan bekerja sesuai keinginan:</p>
<div style="background: none repeat scroll 0% 0% #e6e6e6; border: 1pt solid windowtext; padding: 1pt 4pt;">
<div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% #000000; border: medium none; padding: 0cm;">
<pre style="text-align: left;">R1#ssh -l cisco -p 2009 2.2.2.1
Password:

R1&gt;sh tcp brief
TCB Local Address Foreign Address (state)
<span style="color: #ff0000;">66CCF71C 2.2.2.1.18922 2.2.2.1.2009 ESTAB
66CCFC78 2.2.2.1.2009 2.2.2.1.18922 ESTAB</span>
</pre>
</div>
</div>
<p>Jadi anda sekarang sudah bisa mengkonfigurasi router untuk bisa diakses melalui SSH menggunakan tcp port yang diinginkan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mudji.net/press/?feed=rss2&amp;p=262</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>BERBUAT BAIK PADA ORANG TUA</title>
		<link>http://mudji.net/press/?p=261</link>
		<comments>http://mudji.net/press/?p=261#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jul 2011 09:16:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mudji</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Al-Islam]]></category>

		<category><![CDATA[Tausyiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mudji.net/press/?p=261</guid>
		<description><![CDATA[Bentuk-Bentuk Berbuat Baik Kepada Kedua Orang Tua Adalah :
Pertama.
Bergaul dengan keduanya dengan cara yang baik. Di dalam hadits Nabi  Shallallahu ‘alaihi wa sallam disebutkan bahwa memberikan kegembiraan  kepada seorang mu’min termasuk shadaqah, lebih utama lagi kalau  memberikan kegembiraan kepada kedua orang tua kita.
Dalam  nasihat perkawinan dikatakan agar suami senantiasa berbuat baik kepada  istri, maka kepada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bentuk-Bentuk Berbuat Baik Kepada Kedua Orang Tua Adalah :</p>
<p>Pertama.</p>
<p>Bergaul dengan keduanya dengan cara yang baik. Di dalam hadits Nabi  Shallallahu ‘alaihi wa sallam disebutkan bahwa memberikan kegembiraan  kepada seorang mu’min termasuk shadaqah, lebih utama lagi kalau  memberikan kegembiraan kepada kedua orang tua kita.</p>
<p>Dalam  nasihat perkawinan dikatakan agar suami senantiasa berbuat baik kepada  istri, maka kepada kedua orang tua harus lebih dari kepada istri. Karena  dia yang melahirkan, mengasuh, mendidik dan banyak jasa lainnya kepada  kita.</p>
<p>Dalam  suatu riwayat dikatakan bahwa ketika seseorang meminta izin untuk  berjihad (dalam hal ini fardhu kifayah kecuali waktu diserang musuh maka  fardhu ‘ain) dengan meninggalkan orang tuanya dalam keadaan menangis,  maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Kembali dan  buatlah keduanya tertawa seperti engkau telah membuat keduanya menangis” [Hadits Riwayat Abu Dawud dan Nasa&#8217;i] Dalam riwayat lain dikatakan :  “Berbaktilah kepada kedua orang tuamu” [Hadits Riwayat Bukhari dan  Muslim]<span id="more-261"></span></p>
<p>Kedua.</p>
<p>Yaitu berkata kepada keduanya dengan perkataan yang lemah lembut.  Hendaknya dibedakan berbicara dengan kedua orang tua dan berbicara  dengan anak, teman atau dengan yang lain. Berbicara dengan perkataan  yang mulia kepada kedua orang tua, tidak boleh mengucapkan ‘ah’ apalagi  mencemooh dan mencaci maki atau melaknat keduanya karena ini merupakan  dosa besar dan bentuk kedurhakaan kepada orang tua. Jika hal ini sampai  terjadi, wal iya ‘udzubillah.</p>
<p>Kita  tidak boleh berkata kasar kepada orang tua kita, meskipun keduanya  berbuat jahat kepada kita. Atau ada hak kita yang ditahan oleh orang tua  atau orang tua memukul kita atau keduanya belum memenuhi apa yang kita  minta (misalnya biaya sekolah) walaupun mereka memiliki, kita tetap  tidak boleh durhaka kepada keduanya.</p>
<p>Ketiga.</p>
<p>Tawadlu (rendah diri). Tidak boleh kibir (sombong) apabila sudah meraih  sukses atau mempunyai jabatan di dunia, karena sewaktu lahir kita berada  dalam keadaan hina dan membutuhkan pertolongan. Kedua orang tualah yang  menolong dengan memberi makan, minum, pakaian dan semuanya.</p>
<p>Seandainya  kita diperintahkan untuk melakukan pekerjaan yang kita anggap ringan  dan merendahkan kita yang mungkin tidak sesuai dengan kesuksesan atau  jabatan kita dan bukan sesuatu yang haram, wajib bagi kita untuk tetap  taat kepada keduanya. Lakukan dengan senang hati karena hal tersebut  tidak akan menurunkan derajat kita, karena yang menyuruh adalah orang  tua kita sendiri. Hal itu merupakan kesempatan bagi kita untuk berbuat  baik selagi keduanya masih hidup.</p>
<p>Keempat.</p>
<p>Yaitu memberikan infak (shadaqah) kepada kedua orang tua. Semua harta  kita adalah milik orang tua. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala surat  Al-Baqarah ayat 215.</p>
<p>“Artinya  : Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka infakkan. Jawablah,  “Harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu bapakmu, kaum  kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang  dalam perjalanan. Dan apa saja kebajikan yang kamu perbuat sesungguhnya  Allah maha mengetahui”</p>
<p>Jika  seseorang sudah berkecukupan dalam hal harta hendaklah ia  menafkahkannya yang pertama adalah kepada kedua orang tuanya. Kedua  orang tua memiliki hak tersebut sebagaimana firman Allah Subhanahu wa  Ta’ala dalam surat Al-Baqarah di atas. Kemudian kaum kerabat, anak yatim  dan orang-orang yang dalam perjalanan. Berbuat baik yang pertama adalah  kepada ibu kemudian bapak dan yang lain, sebagaimana sabda Rasulullah  Shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut.</p>
<p>“Artinya  : Hendaklah kamu berbuat baik kepada ibumu kemudian ibumu sekali lagi  ibumu kemudian bapakmu kemudian orang yang terdekat dan yang terdekat”  [Hadits Riwayat Bukhari dalam Adabul Mufrad No. 3, Abu Dawud No. 5139  dan Tirmidzi 1897, Hakim 3/642 dan 4/150 dari Mu&#8217;awiyah bin Haidah,  Ahmad 5/3,5 dan berkata Tirmidzi, &#8220;Hadits Hasan&#8221;]</p>
<p>Sebagian  orang yang telah menikah tidak menafkahkan hartanya lagi kepada orang  tuanya karena takut kepada istrinya, hal ini tidak dibenarkan. Yang  mengatur harta adalah suami sebagaimana disebutkan bahwa laki-laki  adalah pemimpin bagi kaum wanita. Harus dijelaskan kepada istri bahwa  kewajiban yang utama bagi anak laki-laki adalah berbakti kepada ibunya  (kedua orang tuanya) setelah Allah dan Rasul-Nya. Sedangkan kewajiban  yang utama bagi wanita yang telah bersuami setelah kepada Allah dan  Rasul-Nya adalah kepada suaminya. Ketaatan kepada suami akan membawanya  ke surga. Namun demikian suami hendaknya tetap memberi kesempatan atau  ijin agar istrinya dapat berinfaq dan berbuat baik lainnya kepada kedua  orang tuanya.</p>
<p>Kelima.</p>
<p>Mendo’akan orang tua. Sebagaimana dalam ayat “Robbirhamhuma kamaa  rabbayaani shagiiro” (Wahai Rabb-ku kasihanilah mereka keduanya,  sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku diwaktu kecil). Seandainya  orang tua belum mengikuti dakwah yang haq dan masih berbuat syirik serta  bid’ah, kita harus tetap berlaku lemah lembut kepada keduanya.  Dakwahkan kepada keduanya dengan perkataan yang lemah lembut sambil  berdo’a di malam hari, ketika sedang shaum, di hari Jum’at dan di  tempat-tempat dikabulkannya do’a agar ditunjuki dan dikembalikan ke  jalan yang haq oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.</p>
<p>Apabila kedua orang tua telah meninggal maka :</p>
<p>Yang  pertama : Kita lakukan adalah meminta ampun kepada Allah Ta’ala dengan  taubat yang nasuh (benar) bila kita pernah berbuat durhaka kepada kedua  orang tua sewaktu mereka masih hidup.</p>
<p>Yang kedua : Adalah mendo’akan kedua orang tua kita.</p>
<p>Dalam  sebuah hadits dla’if (lemah) yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Ibnu  Hibban, seseorang pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi  wa sallam.</p>
<p>“Apakah  ada suatu kebaikan yang harus aku perbuat kepada kedua orang tuaku  sesudah wafat keduanya ?” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,  “Ya, kamu shalat atas keduanya, kamu istighfar kepada keduanya, kamu  memenuhi janji keduanya, kamu silaturahmi kepada orang yang pernah dia  pernah silaturahmi kepadanya dan memuliakan teman-temannya” \[Hadits ini  dilemahkan oleh beberapa imam ahli hadits karena di dalam sanadnya ada  seorang rawi yang lemah dan Syaikh Albani Rahimahullah melemahkan hadits  ini dalam kitabnya Misykatul Mashabiih dan juga dalam Tahqiq Riyadush  Shalihin (Bahajtun Nazhirin Syarah Riyadush Shalihin Juz I hal.413  hadits No. 343)]</p>
<p>Sedangkan menurut hadits-hadits yang shahih tentang amal-amal yang diperbuat untuk kedua orang tua yang sudah wafat, adalah :</p>
<p>[1] Mendo’akannya</p>
<p>[2] Menshalatkan ketika orang tua meninggal</p>
<p>[3] Selalu memintakan ampun untuk keduanya.</p>
<p>[4] Membayarkan hutang-hutangnya</p>
<p>[5] Melaksanakan wasiat yang sesuai dengan syari’at.</p>
<p>[6] Menyambung tali silaturrahmi kepada orang yang keduanya juga pernah menyambungnya</p>
<p>[Diringkas dari beberapa hadits yang shahih]</p>
<p>Sebagaimana hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari sahabat Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma.</p>
<p>“Artinya  : Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  “Sesungguhnya termasuk kebaikan seseorang adalah menyambung tali  silaturrahmi kepada teman-teman bapaknya sesudah bapaknya meninggal”  [Hadits Riwayat Muslim No. 12, 13, 2552]</p>
<p>Dalam  riwayat yang lain, Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma menemui  seorang badui di perjalanan menuju Mekah, mereka orang-orang yang  sederhana. Kemudian Abdullah bin Umar mengucapkan salam kepada orang  tersebut dan menaikkannya ke atas keledai, kemudian sorbannya diberikan  kepada orang badui tersebut, kemudian Abdullah bin Umar berkata, “Semoga  Allah membereskan urusanmu”. Kemudian Abdullah bin Umar Radhiyallahu  ‘anhumua berkata, “Sesungguhnya bapaknya orang ini adalah sahabat karib  dengan Umar sedangkan aku mendengar sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi  wa sallam :</p>
<p>“Artinya  : Sesungguhnya termasuk kebaikan seseorang adalah menyambung tali  silaturrahmi kepada teman-teman ayahnya” \[Hadits Riwayat Muslim 2552  (13)]</p>
<p>[Disalin  dari Kitab Birrul Walidain, edisi Indonesia Berbakti Kepada Kedua Orang  Tua oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, terbitan Darul Qolam -  Jakarta]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mudji.net/press/?feed=rss2&amp;p=261</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>NASEHAT LUQMAN (Surat 31:13-19)</title>
		<link>http://mudji.net/press/?p=260</link>
		<comments>http://mudji.net/press/?p=260#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jul 2011 08:15:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mudji</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Al-Islam]]></category>

		<category><![CDATA[Tausyiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mudji.net/press/?p=260</guid>
		<description><![CDATA[Luqman adalah seorang yang Sholeh dan memiliki akhlaq yang mulia, yaitu akhlaq yang berbasiskan kepada keimanan yang kokoh. Namanya diabadikan oleh Allah SWT dalam salah satu surat di dalam Al Qur an, yakni surat ke 31. Sehingga di dalam surat ini Allah memberikan pelajaran kepada kita akan kesholehan Luqman dalam memberikan nasehat kepada anaknya, yakni [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Luqman adalah seorang yang Sholeh dan memiliki akhlaq yang mulia, yaitu akhlaq yang berbasiskan kepada keimanan yang kokoh. Namanya diabadikan oleh Allah SWT dalam salah satu surat di dalam Al Qur an, yakni surat ke 31. Sehingga di dalam surat ini Allah memberikan pelajaran kepada kita akan kesholehan Luqman dalam memberikan nasehat kepada anaknya, yakni nasehat yang mengandung unsur KEILMUAN yang mendalam, KEIKHLASAN yang suci dan KECINTAAN yang tinggi. Oleh karena itu Allah SWT memberikan hikmah kepada Luqman, tetapi Allah SWT tidak memberikan wahyu, karena wahyu diperuntukkan bagi seorang Nabi, dan secara otomatis setiap Nabi pasti dikaruniakan Hikmah oleh Allah SWT.</p>
<p>HIKMAH :<br />
a. Ilmu yang mendalam<br />
b. Ilmu yang diamalkan/dipraktekkan<br />
c. Intuisi yang tajam<br />
d. Kemampuan untuk menyampaikan pesan (Q.S. 16 : An Nahl : 125)<br />
e. Sikap yang arif/bijaksana dalam menghadapi persoalan, yaitu kemampuan seseorang untuk menempatkan sesuatu secara proporsional<br />
f. Memiliki sikap syukur ketika mendapat kesuksesan, dan sabar dalam menghadapi kegagalan (tidak takabur)</p>
<p>MACAM-MACAM SYUKUR :<br />
1. Syukur dengan Hati : Mengekspresikan nikmat-nikmat Allah SWT yang tak terhingga (menyadari nikmat Allah SWT)<br />
2. Syukur dengan Lisan : Mengekspresikan rasa syukur dengan kata-kata<br />
3. Syukur dengan Perbuatan : Mengekspresikan rasa syukur dengan cara berperilaku seperti yang diinginkan/ diridhoi Allah SWT</p>
<p><strong>NASEHAT LUQMAN</strong> :<br />
1. Jangan Berbuat Syirik (menyekutukan Allah SWT), meyakini ada dzat yang setingkat dengan Allah SWT. (contoh, percaya kepada Paranormal, dll) (Q.S. 31 : Luqman : 13) (Q.S. 10 : Yunus : 18) (Q.S. 5 : Al Maidah : 72)<br />
Pengertian Syirik :<br />
·         Syirik artinya meyakini ada yang memiliki kekuasaan dan keagungan yang sebanding dengan Allah SWT.<br />
·         Syirik artinya “mensekutukan” Allah SWT.<span id="more-260"></span></p>
<p>Macam-macam Syirik :<br />
a. Syirik Akbar (paling besar dosanya)<br />
i. Syirik Do’a : (Q.S. 39 : Az Zumar : 3)<br />
Adalah Memohon kepada selain Allah/Memohon melalui perantara orang yang sudah wafat.<br />
ii. Syirik dalam perbuatan : (Q.S. 9 : At Taubah : 31)<br />
Adalah Mengamalkan penyembahan kepada selain Allah SWT. (contoh : ramalan)<br />
iii. Syirik Niat. (Q.S. 11 : Huud : 15-16)<br />
Adalah Melakukan pekerjaan 100 % karena niatnya bukan karena Allah SWT.<br />
iv. Syirik Mahabbah (Q.S. 9 : At Taubah : 24)<br />
Adalah Mencintai sesuatu objek melebihi cintanya kepada Allah SWT.</p>
<p>b. Syirik Asghor<br />
adalah penyertaan sesuatu selain Allah pada saat beribadah kepada Allah SWT, misalnya, melakukan shalat karena riya (kecenderungan ingin dipuji/pamer), mengeluarkan infaq karena ingin disebut sebagai dermawan, dan lain-lain. Bentuk taubat adalah dengan Istighfar.</p>
<p>c. Syirik Khofi<br />
adalah syirik yang tersembunyi dalam kehendak hati, ucapan lisan, lintasan pikiran berupa penyerupaan Allah SWT dengan makhluk. Terkadang pelakunya sendiri kurang menyadarinya. Bentuk taubat adalah recovery dengan amal sholeh.</p>
<p>Bentuk-bentuk Syirik :<br />
a. Sihir<br />
·         Kata sihir dalam bahasa Arab digunakan untuk sesuatu yang tersembunyi dan sangat halus. Dikatakan demikian karena biasanya sihir dilakukan secara sembunyi-sembunyi dengan efek yang berpengaruh secara halus.<br />
·         Allah swt. menyuruh kita untuk berlindung dari sihir dan tukang sihir dalam firman-Nya: “&#8230;Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang meniup buhul-buhul.” (Al Falaq: 4). Maksudnya, wanita-wanita tukang sihir yang meniup buhul-buhul tali untuk menyihir orang lain.<br />
·         Sihir digolongkan syirik karena ia terjadi dengan pertolongan setan. Rasulullah saw. bersabda: “Siapa yang membuat buhul tali, kemudian meniupnya, maka ia telah menyihir, dan siapa yang menyihir, maka ia telah menjadi musyrik.”(H.R. Nasa’i)</p>
<p>b. Ramalan<br />
·         Ramalan artinya memperkirakan apa yang akan terjadi pada masa mendatang.<br />
·         Ditinjau dari jenisnya, ada tiga macam ramalan.<br />
o   Ramalan Ilmiah : Prediksi Ilmuwan berdasarkan fakta dan data yang bisa dipertanggungjawabkan dengan IPTEK<br />
o   Ramalan Wahyu :Prediksi Nabi yang dibimbing dengan Wahyu<br />
o   Ramalan Mistik :Prediksi Manusia berdasarkan informasi Jin, Misalnya, ramalan tentang jodoh, kematian, dll. Padahal urusan jodoh, rizki, dan kematian hanyalah Allah swt. Yang Maha Tahu. Ramalan Mistik hukumnya syirik karena melibatkan jin, sedangkan kita dilarang untuk minta tolong pada jin<br />
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Q.S. 31 : Luqman : 34)<br />
Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. (Q.S. 72 : Jin : 6)<br />
·         Lalu, bagaimana hukum orang yang memanfaatkan jasa dukun peramal alias paranormal? Menurut Imam Ahmad, pelakunya dinyatakan kafir dengan tingkat kafir kecil, sebagaimana sabda Rasulullah saw.“Siapa yang mendatangi seorang dukun peramal, lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, kemudian ia percaya pada yang ia katakan, maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh hari.” (H.R. Imam Muslim).</p>
<p>c. Nusyroh:<br />
·         Ibnul kAtsir berkata: Nusyrah adalah semacam pengobatan yang dilakukan terhadap yang diduga kemasukan jin. Pendapat lain menyebutkan bahwa nusyrah adalah mengeluarkan sihir dari seseorang yang terkena sihir.<br />
·         Ada dua macam nusyrah :<br />
o   Pertama, mengeluarkan sihir dari seseorang yang terkena sihir dengan sihir yang sama. Ini hukumnya haram sebagaimana sabda Nabi saw. “Janganlah kamu berobat dengan sesuatu yang haram.”(Al-Albani, Silsilat al-ahaditsu al-shahihah Vol. IV, hal.173)<br />
o   Kedua, mengeluarkan sihir dari seseorang dengan doa dan Ibadah yang dibolehkan (Nusyroh Syar’i) dan terdapat dalam Al Quran dan Sunah. Ini hukumnya mubah atau boleh.</p>
<p>d. Tanjim:<br />
·         Tanjim artinya upaya mengetahui sesuatu dengan mengikuti isyarat bintang-bintang dan biasa disebut ramalan bintang, misalnya Leo, Scorpio, dll. Jenis peramalan bintang seperti ini hukumnya jelas haram sebagaimana disabdakan Rasulullah saw.,“Barangsiapa yang mengambil pancaran sinar dari sekumpulan bintang dan menjadikannya sebagai dasar ramalan peristiwa gaib di bumi, maka sungguh ia telah mengambil pancaran sinar dari sekumpulan sihir.” (H.R. Abu Daud).<br />
·         Kalimat “ … dan menjadikannya sebagai dasar ramalan peristiwa gaib di bumi …”<br />
menggambarkan bahwa kalau bintang-bintang itu dijadikan isyarat untuk meramal hal- hal gaib seperti kematian, jodoh, rizki dll., hukumnya haram. Namun kalau dijadikan untuk meramal cuaca atau posisi bumi, hal itu diperbolehkan.</p>
<p>e. Tiyaroh:<br />
·         At-Thiyarah dalam bahasa Arab berarti tumbuhnya jiwa pesimis atau optimis karena ada tanda-tanda tertentu, atau Menjadikan tanda-tanda tertentu sebagai isyarat akan terjadinya sesuatu. Misalnya, ada keyakinan kalau ada kupu-kupu bakal ada tamu, kalau mimpi rumah kebakaran akan naik pangkat, didatangi segerombolan burung-burung kecil bakal ada orang besar yang meninggal, dll. Nabi saw. bersabda:“Thiya rah itu syirik, thiyarah itu syirik, thiyarah itu syirik.” (H.R. Abu Daud)</p>
<p>f. Tama’im:<br />
·         KataTama’im artinya menjadikan sesuatu sebagai penolak bala /madzarat atau daya tarik. Orang Jahiliah mengalungkan sesuatu pada anak-anaknya untuk menolak sihir.<br />
·         Hukum memakai jimat adalah syirik sebagaimana sabda Rasulullah saw.“Sesungguhnya jampi, jimat, dan mantera-mantera adalah syirik.” (H.R. Ibnu Majah)</p>
<p>2. Berbuat baik dan bersyukur (berterima kasih) kepada kedua Orangtua (Q.S. 31 : Luqman : 14-15)<br />
a. Dengan Hati : Menyadari akan jasa-jasa kedua Orangtua<br />
b. Dengan Lisan : Tidak menyakitinya dengan kata-kata<br />
c. Dengan Perbuatan : Melakukan hal-hal yang diridhoinya (yang menyenangkan, meringankan beban orangtua), kecuali hal-hal yang berbau syirik</p>
<p>Cara berbakti kepada Orang tua yang sudah meninggal :<br />
a. Mendoakannya<br />
b. Meneruskan kebiasaan baiknya<br />
c. Mewujudkan niat baiknya<br />
d. Bersilaturahmi dengan keluarga/teman-teman almarhum</p>
<p>3. Yakini bahwa Allah SWT Maha Mengetahui sekecil apapun perbuatan yang kita lakukan (Harus memiliki Jiwa Muroqobah/merasa diawasi) (Q.S. 31 : Luqman : 16) (Q.S. 6 : Al An’aam : 59) (Q.S. 36 : Yaasin : 65)</p>
<p>4. Dirikanlah Sholat (Q.S. 31 : Luqman : 17) (Q.S. 29 : Al Ankabuut : 45) (Q.S. 70 : Al Ma’aarij : 19 – 23)<br />
Identik dengan kekhusyuan/konsentrasi saat membaca do’a-do’a dalam sholat, artinya penuh dengan pemahaman dan penghayatan sehingga mempengaruhi sikap dan perilaku.</p>
<p>Macam-macam Sholat :<br />
a. Sholat Lahiriah<br />
Adalah Sholat yang hanya dilakukan sebatas gerakan dan bacaan</p>
<p>b. Sholat Khusyu’<br />
Adalah Sholat yang dilakukan dengan Tuma’ninah, memahami dan menghayati makna-maknanya, dan mampu mengasah jiwanya, sehingga bisa mempengaruhi ucapan dan perilkunya.</p>
<p>Tujuan Sholat, terhindar dari perbuatan :<br />
a. Fahsya : Dosa yang melibatkan orang lain<br />
b. Munkar : Dosa yang dilakukan sendiri</p>
<p>Agar Sholat Khusyuk :<br />
a. Merindukan Sholat<br />
b. Menjadikan sholat sebagai kebutuhan, bukan sekedar kewajiban<br />
c. Berikhtiar memahami bacaannya<br />
d. Lakukan sholat sesuai dengan contoh Rasul<br />
e. Eliminasi faktor-faktor Internal/Eksternal yang akan mengurangi kekhusyuan</p>
<p>5. Amar Ma’ruf nahi Munkar (Q.S. 31 : Luqman : 17) (Q.S. 16 : An Nahl : 125)</p>
<p>6. Sabar dalam menghadapi Ujian (Q.S. 31 : Luqman : 17)</p>
<p>Macam-macam ujian :<br />
a. Ujian dalam menjalankan ketaatan/Ibadah<br />
b. Ujian dalam menyampaikan kebenaran/Dakwah<br />
c. Ujian dalam menjauhi kemaksiatan/nafsu-nafsu buruk<br />
d. Ujian duniawi<br />
e. Ujian dalam menghadapi berbagai karakter manusia/pergaulan</p>
<p>7. Jangan Bersikap Angkuh/Sombong terhadap oranglain/Harus bersikap Ramah (Q.S. 31 : Luqman : 18)</p>
<p>3 pencetus Kesombongan :<br />
a. Ilmu yang luas/kecerdasan<br />
b. Kekayaan/harta<br />
c. Kekuasaan/Jabatan</p>
<p>8. Hidup tidak berlebihan, tetapi hiduplah secara sederhana sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan (Q.S. 31 : Luqman : 19)<br />
<em></em></p>
<p>.</p>
<p><em>Dari Ust.Aam Amiruddin</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mudji.net/press/?feed=rss2&amp;p=260</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Nikmatnya Surga, Dahsyatnya Neraka</title>
		<link>http://mudji.net/press/?p=259</link>
		<comments>http://mudji.net/press/?p=259#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Feb 2011 18:43:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mudji</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Al-Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mudji.net/press/?p=259</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu diantara pokok keyakinan Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah mengimani keberadaan Surga (Al Jannah) dan Neraka (An Naar). Salah satunya berdasarkan firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir. Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu diantara pokok keyakinan Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah mengimani keberadaan Surga (Al Jannah) dan Neraka (An Naar). Salah satunya berdasarkan firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir. Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya..” (QS. Al-Baqarah : 24-25).</p>
<p>Mengimani surga dan neraka berarti membenarkan dengan pasti akan keberadaan keduanya, dan meyakini bahwa keduanya merupakan makhluk yang dikekalkan oleh Allah, tidak akan punah dan tidak akan binasa, dimasukkan kedalam surga segala bentuk kenikmatan dan ke dalam neraka segala bentuk siksa. Juga mengimani bahwa surga dan neraka telah tercipta dan keduanya saat ini telah disiapkan oleh Allah Ta’ala. Sebagaimana firman Allah Ta’ala mengenai surga (yang artinya), “..yang telah disediakan untuk orang-orang yang bertakwa” (QS. Ali Imran : 133), dan mengenai neraka (yang artinya), “..yang telah disediakan untuk orang-orang yang kafir.” (QS. Ali Imran : 131).[1] Oleh karena itulah, Al Imam Abu Ja’far Ath Thahawi (wafat 321 H) menyimpulkan dalam Al ‘Aqidah Ath Thahawiyah, “Surga dan neraka adalah dua makhluq yang kekal, tak akan punah dan binasa. Sesungguhnya Allah telah menciptakan keduanya sebelum penciptaan makhluq lain”[2].</p>
<p><strong>Surga dan Kenikmatannya<br />
</strong>Allah Ta’ala telah menggambarkan kenikmatan surga melalui berbagai macam cara. Terkadang, Allah mengacaukan akal sehat manusia melalui firman-Nya dalam hadits qudsi, “Kusiapkan bagi hamba-hambaKu yang sholih (di dalam surga, -pen), yaitu apa yang tak pernah dilihat mata, tak pernah didengar telinga, dan tak pernah terlintas dalam hati semua manusia”, kemudian Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda: “Bacalah jika kalian mau, ‘Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang’ (QS. As-Sajdah : 17)”[3]. Di tempat lain, Allah membandingkan kenikmatan surga dengan dunia untuk menjatuhkan dan merendahkannya. Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda, “Tempat cemeti di dalam surga lebih baik dari dunia dan seisinya”.[4] Kenikmatan surga juga Allah Ta’ala gambarkan dengan menyebut manusia yang berhasil memasuki surga dan selamat dari adzab neraka, sebagai orang yang beroleh kemenangan yang besar. Sebagaimana Allah Ta’ala firmankan (yang artinya), “Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam surga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar” (QS. An-Nisaa’ : 13)[5] Berikut ini akan kami pilihkan beberapa sifat dan kenikmatan yang ada di dalam surga secara ringkas. Semoga Allah mudahkan langkah kita dalam menggapai surgaNya.<span id="more-259"></span></p>
<p><strong>Penamaan Surga<br />
</strong>Surga (Al Jannah) secara bahasa berarti : kebun (Al bustan), atau kebun yang di dalamnya terdapat pepohonan. Bangsa Arab juga biasa memakai kata al jannah untuk menyebut pohon kurma. Secara istilah, surga ialah nama yang umum mencakup suatu tempat (yang telah dipersiapkan oleh Allah bagi mereka yang menaati-Nya), di dalamnya terdapat segala macam kenikmatan, kelezatan, kesenangan, kebahagiaan, dan kesejukan pandangan mata. Surga juga disebut dengan berbagai macam nama selain Al Jannah, diantaranya : Darus Salam (Negeri Keselamatan; lihat QS. Yunus : 25), Darul Khuld (Negeri yang Kekal; lihat QS. Qaaf : 34), JannatunNa’im (Surga yang Penuh Kenikmatan; QS. Luqman: 8), Al Firdaus (QS. Al Kahfi : 108), dan berbagai penamaan lainnya.[6]</p>
<p><strong>Pintu-Pintu Surga<br />
</strong>Surga memiliki pintu-pintu. Dalam sebuah hadits dari shahabat Sahl bin Sa’ad radhiyallaahu anhu dari Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam, “Di dalam surga terdapat delapan pintu, diantaranya adalah Ar Rayyan. Tidak ada yang memasukinya kecuali orang-orang yang berpuasa”[7]. Dari Utbah bin Ghazawan radhiyallaahu anhu, beliau berkata mengenai lebar tiap pintu surga, “Rasulullah bersabda kepada kami bahwasanya jarak antara daun pintu ke daun pintu surga lainnya sepanjang perjalanan empat puluh tahun, dan akan datang suatu hari ketika orang yang memasukinya harus berdesakan”.[8]</p>
<p><strong>Tingkatan Surga<br />
</strong>Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya surga terdiri atas seratus tingkat, jarak antara dua tingkatnya seperti jarak antara langit dan bumi, Allah menyediakannya untuk orang-orang yang berjihad di jalan-Nya”[9]. Tingkatan surga yang paling tinggi ialah Firdaus. Nabi memerintahkan ummatnya untuk berdoa memohon Firdaus melalui sabdanya, “Jika kalian meminta pada Allah mintalah kepadaNya Firdaus, karena sesungguhnya Firdaus adalah surga yang paling utama, dan merupakan tingkatan tertinggi dari surga, diatasnya terdapat ‘Arsy Ar Rahman dan dari Firdaus itulah memancar sungai-sungai surga”.[10]</p>
<p><strong>Bangunan-Bangunan dalam Surga<br />
</strong>“Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya mereka mendapat tempat-tempat yang tinggi, di atasnya dibangun pula tempat-tempat yang tinggi” (QS. Az-Zumar : 20). Dari Abu Musa Al Asy’ari dari Nabi shallallaahu alaihi wa sallam beliau bersabda, “Sesungguhnya bagi orang-orang mukmin di dalam surga disediakan kemah yang terbuat dari mutiara yang besar dan berlubang, panjangnya 60 mil, di dalamnya tinggal keluarganya, di sekelilingnya tinggal pula orang mukmin lainnya namun mereka tidak saling melihat satu sama lain.”[11]</p>
<p><strong>Makanan Penghuni Surga<br />
</strong>“Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.” (QS. Al Waqi’ah : 20-21). Adapun buah-buahan surga adalah sebagaimana yang difirmankan oleh Allah Ta’ala (yang artinya), “Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: ‘Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.’ Mereka diberi buah-buahan yang serupa” (QS. Al Baqarah : 25). Syaikh As Sa’diy rahimahullah menjelaskan keserupaan dalam ayat diatas dengan, “Ada yang berpendapat serupa dalam hal jenis, namun berbeda dalam penamaan, ada pula yang berpendapat saling menyerupai satu sama lain, dalam kebaikannya, kelezatannya, kesenangannya, dan semua pendapat tersebut benar.”[12]</p>
<p><strong>Minuman Penghuni Surga<br />
</strong>“Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari piala (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur, (yaitu) mata air (dalam surga) yang daripadanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya” (QS. Al Insan : 5-6). Ibnu Asyur menjelaskan mengenai kafur “Yaitu minyak yang keluar dari tanaman mirip oleander yang tumbuh di negeri Cina, ketika usianya telah mencapai satu tahun mengalir dari dahannya minyak yang disebut kafur.”[13]. Oleh karena itu, “ka’san” dalam ayat ini maksudnya ialah piala yang biasa menjadi wadah khamr, sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir Jalalain. Kata “ka’san” ini juga dipakai dalam ayat, “Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe” (QS. Al Insan : 17) dan maksudnya ialah minuman arak yang telah bercampur jahe, karena bangsa Arab dahulu biasa mencampur arak dengan jahe.<br />
&#8220;(Apakah) perumpamaan (penghuni) jannah yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka&#8230; (QS. Muhammad:15)<br />
 <br />
========================================<br />
<strong>Dahsyatnya Neraka<br />
</strong>Neraka disiapkan Allah bagi orang-orang yang mengkufuri-Nya, membantah syariat-Nya, dan mendustakan Rasul-Nya. Bagi mereka adzab yang pedih, dan penjara bagi orang-orang yang gemar berbuat kerusakan. Itulah kehinaan dan kerugian yang paling besar. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.” (QS. Ali Imran : 192). Demikian pula firman Allah Ta’ala, “Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat.” Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.” (QS. Az Zumar : 15). Itulah seburuk-buruk tempat kembali. “Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.” (QS. Furqan : 66)</p>
<p><strong>Penamaan Neraka<br />
</strong>An Naar, neraka secara bahasa ialah kobaran api (Al lahab) yang panas dan bersifat membakar. Secara istilah bermakna, suatu tempat yang telah disiapkan Allah subhanahu wa ta’ala bagi orang-orang yang mendurhakai-Nya. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya Allah mela’nati orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka)” (QS. Al Ahzab : 64). Neraka memiliki beragam nama selain an naar, diantaranya Jahannam (lihat QS. An Naba’ : 21-22), Al Jahim (QS. An Naziat : 36), As Sa’ir (QS. Asy Syura : 7), Saqar (QS. Al Mudatsir : 27-28), Al Huthomah (QS. Al Humazah : 4), dan Al Hawiyah (QS. Al Qari’ah : 8-11)</p>
<p><strong>Pintu-Pintu Neraka<br />
</strong>“Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.” (QS. Al Hijr : 44). Pintu yang dimaksud ialah bertingkat ke bawah, hingga ke bawahnya lagi, disediakan sesuai dengan amal keburukan yang telah dikerjakan, sebagaimana ditafsirkan oleh Syaikh As Sa’diy.</p>
<p><strong>Kedalaman Neraka<br />
</strong>Dari Abu Hurairah radhiyallaahu anhu, “Kami bersama Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam, tiba-tiba terdengar suara benda jatuh. Maka Nabi shallallaahu alaihi wa sallam bertanya, ‘Tahukah kalian apakah itu?’ Kami pun menjawab, ‘Allah dan RasulNya lebih mengetahui’. Rasulullah berkata, ‘Itu adalah batu yang dilemparkan ke dalam neraka sejak tujuh puluh tahun lalu. Batu itu jatuh ke dalam neraka, hingga baru mencapai dasarnya tadi’. [14]</p>
<p><strong>Bahan Bakar Neraka<br />
</strong>“Peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir” (QS. Al Baqarah : 24). Batu yang dimaksud dalam ayat ini ditafsirkan oleh Ibnu Abbas dan sebagian besar pakar tafsir dengan belerang, dikarenakan sifatnya yang mudah menyala lagi busuk baunya. Sebagian pakar tafsir juga berpendapat bahwa yang dimaksud batu di sini, ialah berhala-berhala yang disembah, sebagaimana Allah berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah umpan Jahannam, kamu pasti masuk ke dalamnya.” (QS. Al Anbiya : 98)</p>
<p><strong>Panas Api Neraka<br />
</strong>Dari Abu Hurairah radhiyallaahu anhu beliau berkata, “Rasulullah shallallaahu alaihiwa salam bersabda, ‘Api kalian, yang dinyalakan oleh anak Adam, hanyalah satu dari 70 bagian nyala api Jahannam. Para shahabat kemudian mengatakan, ‘Demi Allah! Jika sepanas ini saja niscaya sudah cukup wahai Rasulullah! Rasulullah menjawab, ‘Sesungguhnya masih ada 69 bagian lagi, masing-masingnya semisal dengan nyala api ini’”.<br />
&#8220;Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan siksaannya ialah orang yang diberi sepasang sandal yang talinya terbuat dari api neraka, lalu mendidihlah otaknya karena panasnya yang laksana air panas mendidih di dalam periuk. Dia mengira tiada seorangpun yang menerima siksaan lebih dahsyat dari itu, padahal dialah orang yang mendapat siksaan paling ringan.” (HR. Bukhari-Muslim)</p>
<p><strong>Makanan Penghuni Neraka<br />
</strong>“Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar” (QS. Al Ghasiyah : 6-7). Ibnu Katsir rahimahullah membawakan perkataan Ali bin Abi Thalhah, dari Ibnu Abbas, “Itu adalah pohon dari neraka”. Said bin Jubair berkata, “Itu adalah Az Zaqum (pepohonan berduri bagi makanan penghuni neraka)”. Ada pula yang berpendapat bahwa yang dimaksud ialah batu.</p>
<p><strong>Minuman Penghuni Neraka<br />
</strong>“Di hadapannya ada Jahannam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah, diminumnnya air nanah itu dan hampir dia tidak bisa menelannya” (QS. Ibrahim : 16-17). Yaitu mereka diberi air yang amatlah busuk baunya lagi kental, maka merekapun merasa jijik dan tidak mampu menelannya. “Diberi minuman dengan hamiim (air yang mendidih) sehingga memotong ususnya” (QS. Muhammad : 15). Hamiim ialah air yang mendidih oleh panasnya api Jahannam, yang mampu melelehkan isi perut dan menceraiberaikan kulit mereka yang meminumnya. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka)” (QS. Al Hajj : 20).[15]</p>
<p><strong>Mengingat Nikmat Surga dan Adzab Neraka Sumber Rasa Khusyu’ dalam Hati<br />
</strong>Yahya bin Mu’adz berkata, “Rasa takut di dalam hati bisa tumbuh dari tiga hal. Yaitu senantiasa berpikir seraya mengambil pelajaran, merindukan Surga seraya memendam rasa cinta, dan mengingat Neraka seraya menambah ketakutan.” Hendaklah diri kita tidak pernah merasa aman dari adzab neraka. Sulaiman At Taimi pernah berkata, “Aku tidak tahu apa yang tampak jelas bagiku dari Rabbku. Aku mendengar Allah ‘azza wa jalla berfirman, “Dan jelaslah bagi mereka adzab dari Allah yang belum pernah mereka perkirakan”. (QS. Az Zumar : 47).[16] Semoga tulisan ini dapat menambah rasa takut dan harap kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala, memotivasi kita untuk meningkatkan amal shalih, dan menjauhi larangan-laranganNya. [Yhouga Ariesta M.]<br />
_____________<br />
[1] A’lamus Sunnah Al Mansyurah (hal. 134-135). Syaikh Hafidz bin Ahmad Al Hakami rahimahullah. Tahqiq : Dr. Ahmad bin Ali ‘Alusyi Madkhali. Cetakan Maktabah Ar Rusyd.<br />
[2] Bagaimana Cara Beragama yang Benar? Dr. Muhammad bin Abdurrahman Al-Khumais. Terjemah : Muhammad Abduh Tuasikal, ST. Pustaka Muslim.<br />
[3] HR. Bukhari [3244] dari shahabat Abu Hurairah radhiyallaahu anhu<br />
[4] HR. Bukhari [3250]<br />
[5] Al-Yaumul Akhir : Al Jannatu wa An-Naar (hal. 117-118). Dr. Umar Sulaiman Al-Asyqar. Cetakan Daar An-Nafais.<br />
[6] Al Jannatu wa An Naar, Abdurrahman bin Sa’id bin Ali bin Wahf Al Qahthani rahimahullahu ta’ala, dengan tahqiq : Dr. Sa’id bin Ali bin Wahf Al Qahthani hafizhahullah<br />
[7] HR. Bukhari [6/328] dan Muslim [8/32]<br />
[8] HR. Muslim [2967]<br />
[9] HR. Bukhari [6/11] dan Muslim [13/28]<br />
[10]Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallaahu anhu. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Takhrij Kitabus Sunnah [581]<br />
[11] HR. Bukhari [6/318], Muslim [17/175], dan Tirmidzi [6/10]<br />
[12]Taisir Karim Ar Rahman fii Kalam Al Mannan, Syaikh As Sa’di, Muassassah Ar Risalah. Asy Syamilah.<br />
[13]At Tahrir wa At Tanwir, Ibnu Asyur, Mawqi’ At Tafasir. Asy Syamilah.<br />
[14] HR. Muslim 2844<br />
[15] Disarikan dari Tadzkiyah Al Abrar bi Al Jannati wa An Naar. Dr. Ahmad Farid. Maktabah Al Mishkat Al Islamiyah.<br />
[16]“1000 Hikmah Ulama Salaf”. Shalih bin Abdul Aziz Al Muhaimid, diterjemahkan oleh Najib Junaidi, Lc. Pustaka Elba hal. 316-317</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mudji.net/press/?feed=rss2&amp;p=259</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>SURAT AL INSAN</title>
		<link>http://mudji.net/press/?p=258</link>
		<comments>http://mudji.net/press/?p=258#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Nov 2010 17:19:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mudji</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Al-Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mudji.net/press/?p=258</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><object width="480" height="385"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/iLlvLCQ-jBk?fs=1&amp;hl=en_US"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/iLlvLCQ-jBk?fs=1&amp;hl=en_US" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mudji.net/press/?feed=rss2&amp;p=258</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>ALAMAT IP DAN SUBNETTING BAGI PEMULA</title>
		<link>http://mudji.net/press/?p=254</link>
		<comments>http://mudji.net/press/?p=254#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 18:51:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mudji</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cisco]]></category>

		<category><![CDATA[Routing]]></category>

		<category><![CDATA[Technology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mudji.net/press/?p=254</guid>
		<description><![CDATA[Kita akan coba membahas cara mengkonfigurasi IP routing pada sebuah router, bagaimana membagi-bagi alamat IP atau sering dikenal dengan SUBNETTING, dan bagaimana mengkonfigurasi alamat IP pada tiap-tiap interface router dengan sebuah subnet yang unik.
Sebelum melanjutkan ke materi, berikut istilah-istilah yang akan sering digunakan

Address—Nomor ID unik yang di set pada sebuah host atau interface pada sebuah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita akan coba membahas cara mengkonfigurasi IP routing pada sebuah router, bagaimana membagi-bagi alamat IP atau sering dikenal dengan SUBNETTING, dan bagaimana mengkonfigurasi alamat IP pada tiap-tiap interface router dengan sebuah subnet yang unik.</p>
<p>Sebelum melanjutkan ke materi, berikut istilah-istilah yang akan sering digunakan</p>
<ul>
<li><strong>Address</strong>—Nomor ID unik yang di set pada sebuah host atau interface pada sebuah jaringan.</li>
<li><strong>Subnet</strong>— Porsi/blok IP yang merupakan bagian dari jaringan (network sharing).</li>
<li><strong>Subnet mask</strong>—Kombinasi 32-bit, digunakan untuk mengilustrasikan porsi dari sebuah alamat yang merefer pada subnet dan bagian/porsi yang merefer pada host.</li>
<li><strong>Interface</strong>—Sebuah koneksi jaringan (antarmuka).</li>
</ul>
<p>Sebuah alamat IP adalah sebuah alamat yang digunakan untuk mengidentifikasi sebuah perangkat secara unik pada sebuah jaringan IP. Alamat IP terdiri dari 32 bit binary yang terdiri dari porsi network dan porsi host dengan bantuan dari sebuah &#8220;subnet mask&#8221;.  32 bit binary terbagi dalam 4 octet (1 octet = 8 bit). Masing-masing octet dikonversi menjadi &#8221;decimal&#8221; dan dipisahkan dengan tanda titik (dot). Dengan demikian, sebuah alamat IP dinyatakan dalam format &#8221;dotted decimal&#8221; (contoh, 172.16.81.100). Nilai dari masing-masing octet berkisar antara 0 sampai 255 dalam &#8220;decimal&#8221;, atau 00000000 - 11111111 dalam &#8220;binary&#8221;.</p>
<p>Berikut bagaimana &#8221;octet binary&#8221; dikonversi ke &#8221;decimal&#8221;: Bit paling kanan dari sebuah octet memiliki nilai 2<sup>0</sup>. Bit disebelah kirinya memiliki nilai 2<sup>1</sup>. dan seterusnya sampai bit paling kiri yang miliki nilai 2<sup>7</sup>. Jadi jika semua bit bernilai 1, nilai &#8221;decimal&#8221;-nya menjadi 255 sebagai berikut :</p>
<blockquote><p>1 1 1 1 1 1 1 1<br />
128 64 32 16 8 4 2 1 (128+64+32+16+8+4+2+1=255)</p></blockquote>
<p>Berikut contoh sederhana konversi sebuah octect jika tidak semua bit bernilai 1.</p>
<blockquote><p>0 1 0 0 0 0 0 1<br />
0 64 0 0 0 0 0 1 (0+64+0+0+0+0+0+1=65)</p></blockquote>
<p>Dan berikut contoh sebuah alamat IP dengan &#8221;binary&#8221; dan &#8220;decimal&#8221;-nya.</p>
<blockquote><p>10. 1. 23. 19 (decimal)<br />
00001010.00000001.00010111.00010011 (binary)</p></blockquote>
<p>Octet - octect ini dibagi-dibagi untuk menyediakan sebuah skema pengalamatan yang dapat mengakomodasi jaringan kecil maupun besar. Terdapat 5 kelas/class jaringan yang berbeda, yaitu class A sampai class E. Kita akan membahas hanya pengalamatan jaringan class A sampai C saja, sedangkan class D dan E diluar ruang lingkup pembahasan.<span id="more-254"></span></p>
<p>Figure 1 menunjukkan class jaringan A sampai E dan range alamat IP dari masing-masing class.</p>
<p><a name="figone"><strong>Figure 1</strong> </a></p>
<p><a name="figone"><img src="http://mudji.net/images/3an.gif" border="0" alt="3an.gif" /> </a></p>
<p>Dalam sebuah alamat Class A, octet pertama adalah porsi jaringan/network, jadi contoh Class A dalam Figure 1 mempunyai alamat jaringan utama 1.0.0.0 - 127.255.255.255. Octet 2, 3, dan 4 (24 bit berikutnya) adalah untuk pengaturan dan pembagian jaringan ke dalam &#8220;subnet dan host&#8221;. Pengalamatan Class A digunakan untuk jaringan yang memiliki lebih dari 65.536 host (sebenarnya sampai 16777214 host!).</p>
<p>Dalam sebuah alamat Class B, octet kedua adalah porsi jaringan/network, jadi contoh Class B dalam Figure 1 mempunyai alamat jaringan utama 128.0.0.0 - 191.255.255.255. Octet 3 dan 4 (16 bit) adalah untuk lokal &#8220;subnet&#8221; dan &#8220;host&#8221;. Pengalamatan Class B digunakan untuk jaringan yang memiliki jumlah host antara 256 dan 65534.</p>
<p>Dalam sebuah alamat Class C, octet ketiga adalah porsi jaringan/network, contoh Class C dalam Figure 1 mempunyai alamat jaringan utama 192.0.0.0 - 233.255.255.255. Octet 4 (8 bit) adalah untuk lokal &#8220;subnet&#8221; dan &#8220;host&#8221;. Cocok untuk jaringan dengan jumlah host kurang dari 254.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">NETWORK MASK</span></strong></p>
<p>Sebuah &#8221;network mask&#8221; membantu kita mengenal porsi mana dari alamat IP yang menunjukkan jaringan/network dan porsi mana yang menunjukkan node/host. Jaringan class A, B, dan C mempunyai &#8220;mask default&#8221;, juga dikenal sebagai &#8221;mask natural&#8221;, seperti berikut:</p>
<blockquote><p>Class A: 255.0.0.0<br />
Class B: 255.255.0.0<br />
Class C: 255.255.255.0</p></blockquote>
<p>Sebuah alamat IP pada jaringan Class A yang belum di-&#8221;subnet&#8221; akan memiliki sebuah pasangan alamat/mask seperti contoh : 8.20.15.1 255.0.0.0. Untuk melihat bagaimana &#8220;mask&#8221; membantu kita mengidentifikasi bagian/porsi jaringan dan node/host dari sebuah alamat, konversikan alamat dan &#8220;mask&#8221; ke bilangan biner/binary.</p>
<blockquote><p>8.20.15.1 = 00001000.00010100.00001111.00000001<br />
255.0.0.0 = 11111111.00000000.00000000.00000000</p></blockquote>
<p>Jika anda sudah mendapatkan alamat dan mask dalam bentuk binary, maka identifikasi jaringan/network dan host ID akan lebih mudah.</p>
<p>Bit-bit alamat untuk MASK yang di set 1 menyatakan Network ID, dan yang di set 0 menyatakan Node ID.</p>
<blockquote>
<pre>8.20.15.1 = 00001000.00010100.00001111.00000001

255.0.0.0 = 11111111.00000000.00000000.00000000

-----------------------------------

net id |      host id
netid =  00001000 = 8

hostid = 00010100.00001111.00000001 = 20.15.1</pre>
</blockquote>
<h2><a name="ustand_subnet"><br />
Pengertian Subnetting</a></h2>
<p>Anda bisa membuat <em>multiple logical networks</em> dalam suatu jaringan Class A, B, atau C. Jika anda tidak melakukan <em>subnet</em>, anda hanya bisa menggunakan satu jaringan/network Class A, B, atau  C network, hal ini sangatlah tidak lazim.</p>
<p>Tiap-tiap <em>data link </em>di jaringan harus memiliki Network ID yang unik, dengan node/host pada link tersebut yang menjadi anggota dari Network tersebut (jaringan yang sama). Jika anda membagi network utama (Class A, B, atau C) menjadi subnetwork yang lebih kecil, maka anda bisa membuat <em>interconnecting subnetworks</em> (hubungan antar subnetwork dengan IP routing protocol). Maka masing-masing <em>data link</em> pada jaringan ini memiliki network/subnetwork ID yang unik.</p>
<p>Untuk melakukan subnetting alias men-subnet suatu jaringan, perpanjang <em>natural/default mask</em> dengan bit-bit yang bernilai 1 pada porsi host ID untuk membuat sebuah subnetwork ID. Contoh sebuah Class C network: 204.17.5.0 dengan natural/default mask: 255.255.255.0, Anda bisa membuat subnet dengan cara sebagai berikut :</p>
<blockquote>
<pre>204.17.5.0 -      11001100.00010001.00000101.00000000

255.255.255.224 - 11111111.11111111.11111111.11100000

--------------------------|sub|----</pre>
</blockquote>
<p>Dengan memperpanjang MASK menjadi 255.255.255.224, and telah menambahkan 3 bit bernilai 1 (ditandai dengan &#8220;sub&#8221;) pada porsi host yang digunakan untuk membentuk subnet. Dengan 3 bit tersebut, memungkinkan anda membuat 8 subnet. Dengan sisa 5 bit bernilai 0 untuk host ID, masing-masing subnet  memiliki 32 alamat host, dan hanya 30 saja yang bisa diterapkan/diconfigurasi pada perangkat/device, karena host ID dengan seluruh bit nya bernilai 1 atau seluruhnya bernilai 0 tidak bisa diterapkan pada perangkat/device. (<strong>Ini sangat penting sekali untuk diingat</strong>). Berikut subnet-subnet yang telah kita buat:</p>
<blockquote>
<pre>204.17.5.0 255.255.255.224     host address range 1 to 30

204.17.5.32 255.255.255.224    host address range 33 to 62

204.17.5.64 255.255.255.224    host address range 65 to 94

204.17.5.96 255.255.255.224    host address range 97 to 126

204.17.5.128 255.255.255.224   host address range 129 to 158

204.17.5.160 255.255.255.224   host address range 161 to 190

204.17.5.192 255.255.255.224   host address range 193 to 222

204.17.5.224 255.255.255.224   host address range 225 to 254</pre>
</blockquote>
<p><strong>Note: </strong>Ada 2 cara untuk penulisan MASK. Pertama, seperti diatas, anda menggunakan 3 bit bernilai 1 lebih daripada &#8220;natural/default&#8221; MASK Class C, anda bisa menyatakan alamat-alamat ini memiliki 3-bit subnet MASK. Kedua, MASK : 255.255.255.224 dapat ditulis seperti: /27 karena terdapat 27 bit (bernilai 1) yang telah di set pada MASK. Cara kedua tersebut, dikenal dengan nama <span class="content">Classless Interdomain Routing (CIDR)-</span><em>pembahasan berikutnya</em> . Dengan CIDR, satu network dapat ditulis dengan notasi <em>prefix/length</em>. Contoh, 204.17.5.32/27 sama dengan network 204.17.5.32 255.255.255.224.</p>
<p><span class="content">Skema <em>network subnetting</em> untuk 8 subnet, dapat digambarkan sebagai berikut::</span></p>
<p><a name="figtwo"><strong>Figure 2</strong> </a></p>
<p><a name="figtwo"><img src="http://mudji.net/images/3b.gif" border="0" alt="3b.gif" /> </a></p>
<p>Masing-masing router pada <strong>Figure 2</strong> terhubung ke 4 subnetwork, satu diantara subnetwork terhubung pada kedua router tersebut. Masing-masing router juga memiliki sebuah alamat IP pada masing-masing subnetwork yang terhubung padanya. Masing-masing subnetwork bisa men-support sampai 30 alamat IP host.</p>
<p>Lebih banyak subnets, lebih sedikit alamat host yang tersedia per subnet. Contoh Network kelas C 204.17.5.0 dan sebuah mask 255.255.255.224 (/27) akan menghasilkan 8 subnets, masing-masing subnet memiliki 32 alamat host ( hanya 30 alamat IP host yang bisa dikonfigurasi pada perangkat/devices). Jika anda menggunakan mask 255.255.255.240 (/28), maka detilnya sebagai berikut:</p>
<blockquote>
<pre>204.17.5.0 -      11001100.00010001.00000101.00000000

255.255.255.240 - 11111111.11111111.11111111.11110000

--------------------------|sub |---</pre>
</blockquote>
<p>Karena anda memiliki 4 bit untuk membuat subnet, sehingga anda hanya memiliki 4 bit (sebelah kiri) untuk alamat host. Jadi dalam hal ini anda dapat memiliki 16 subnet, masing-masing subnet memiliki 16 alamat host ( hanya 14 alamat IP host yang bisa  dikonfigurasi pada perangkat/devices).</p>
<p>Kita akan coba liat cara mensubnet untuk Network Kelas B. Jika anda memiliki network 172.16.0.0 , maka anda akan segera tahu &#8220;natura&#8221;l mask-nya adalah 255.255.0.0 atau 172.16.0.0/16. Memperpanjang mask melebihi 255.255.0.0 berarti anda melakukan &#8220;subnetting&#8221;. Anda dengan cepat bisa melihat bahwa anda bisa membuat lebih banyak subnet daripada Network Kelas C. Jika anda menggunakan mask 255.255.248.0 (/21), berapa jumlah subnet dan host per subnet?</p>
<blockquote>
<pre>172.16.0.0  -   10101100.00010000.00000000.00000000

255.255.248.0 - 11111111.11111111.11111000.00000000

-----------------| sub |-----------</pre>
</blockquote>
<p>Anda menggunakan 5 bit dari &#8220;original&#8221; bit host untuk subnet. Sehingga anda bisa memiliki 32 subnet (2<sup>5</sup>). Setelah anda menggunakan 5 bit (nilai 1) untuk &#8220;subnetting&#8221;, tersisa 11 bit (nilai 0) untuk alamat host. Sehingga anda bisa memiliki 2048 alamat host (2<sup>11</sup>), hanya 2046 alamat IP host yang bisa dikonfigurasi pada perangkat/devices.</p>
<p><strong>Note: </strong>Dulu, terdapat keterbatasan penggunaan &#8220;subnet 0&#8243; (semua bit subnet diset ke Nol/zero). Beberapa perangkat tidak mensupport subnet zero ini. Perangkat Cisco Systems dapat menggunakan subnet zero ini dengan mengkonfigurasi perintah : <strong>ip subnet zero</strong></p>
<h2><a name="examples"><br />
</a></h2>
<h3><a name="ex1">Contoh:</a></h3>
<p>Sekarang anda sudah memahami apa itu &#8220;subnetting&#8221;, mari kita terapkan ilmu ini. Sebagai contoh, anda memiliki kombinasi 2 alamat IP /mask, ditulisa dengan notasi &#8220;prefix/length&#8221; (length=jumlah bit yang bernilai 1), yang telah dikonfigurasi pada 2 perangkat/device. Tugas anda adalah menentukan apakah kedua perangkat ini berapa pada subnet yang sama atau berbeda. Anda dapat menggunakan alamat dan mask dari masing-masing perangkat untuk menentukan subnet dari kedua alamat IP host/perangkat tersebut.</p>
<blockquote>
<pre>Perangkat A: 172.16.17.30/20

Perangkat B: 172.16.28.15/20</pre>
</blockquote>
<p><strong>Penentuan Subnet untuk Perangkat A:</strong></p>
<blockquote>
<pre>172.16.17.30  -   10101100.00010000.00010001.00011110

255.255.240.0 -   11111111.11111111.11110000.00000000

-----------------| sub|------------

subnet =          10101100.00010000.00010000.00000000 = 172.16.16.0</pre>
</blockquote>
<p>Penentuan subnet dengan melakukan sebuah logika &#8220;AND&#8221; antara subnet mask dan alamat IP host. Dalam hal ini, Perangkat A berada pada subnet 172.16.16.0.</p>
<p><strong>Penentuan Subnet untuk Perangkat B:</strong></p>
<blockquote>
<pre>172.16.28.15  -   10101100.00010000.00011100.00001111

255.255.240.0 -   11111111.11111111.11110000.00000000

-----------------| sub|------------

subnet =          10101100.00010000.00010000.00000000 = 172.16.16.0</pre>
</blockquote>
<p>Dari hasil diatas, disimpulkan bahwa Perangkat A dan Perangkat B berada/memiliki subnet yang sama , yaitu 172.16.16.0.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mudji.net/press/?feed=rss2&amp;p=254</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pengantar TCP/IP</title>
		<link>http://mudji.net/press/?p=236</link>
		<comments>http://mudji.net/press/?p=236#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Sep 2008 10:12:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mudji</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[LAN]]></category>

		<category><![CDATA[OSI]]></category>

		<category><![CDATA[Technology]]></category>

		<category><![CDATA[WAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mudji.net/press/?p=236</guid>
		<description><![CDATA[TCP/IP ?
Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP) adalah protokol yang dikembangkan sebagai bagian dari penelitian yang dilakukan oleh &#8220;Defense                            Advanced Research Projects Agency&#8221; (DARPA).

TCP/IP adalah salah satu jenis protokol [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: small;"><strong style="font-weight: bold">TCP/IP ?</strong></span><br />
Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP) adalah protokol yang dikembangkan sebagai bagian dari penelitian yang dilakukan oleh &#8220;Defense                            Advanced Research Projects Agency&#8221; (DARPA).</p>
<p align="center"><img title="TCP/IP Internet" src="http://mudji.net/press/wp-content/uploads/2008/03/tcpip_intro8_3.gif" alt="TCP/IP Internet" align="middle" /></p>
<p>TCP/IP adalah salah satu jenis protokol (aturan) yg memungkinkan kumpulan komputer dapat berkomunikasi dan bertukar data di dalam suatu network (jaringan). Selain Internet, TCP/IP juga dapat diterapkan pada jaringan LAN dan WAN.</p>
<p><span style="font-family: Verdana; font-size: small;"><strong style="font-weight: bold">Model Jaringan TCP/IP</strong></span><br />
Susunan Model jaringan TCP/IP sangat mirip dengan referensi model dari OSI pada &#8220;lower layer&#8221;, yaitu pada layer 1 &#8220;physical&#8221; dan layer 2 &#8220;data-link&#8221;. Berikut ilustrasi perbandingan model OSI dan TCP/IP<span id="more-236"></span></p>
<p align="center"><img title="OSI vs TCP/IP Model" src="http://mudji.net/press/wp-content/uploads/2008/03/tcpip_protocolstack8_4.gif" alt="OSI vs TCP/IP Model" align="middle" /></p>
<blockquote><p><em>Catatan : Layer &#8220;physical&#8221; dan &#8220;data link&#8221; dari susunan TCP/IP sering disebut &#8220;network interface layer&#8221;.</em></p></blockquote>
<p><strong><span class="title"><span style="font-family: Verdana; font-size: small;"> Datagram TCP/IP</span></span></strong><br />
Informasi TCP/IP ditransfer dalam sebuah urutan &#8220;datagram&#8221;. Satu pesan ditransfer sebagai rentetan datagram yang disusun kembali menjadi seperti pesan semula pada sisi penerima.</p>
<p><strong><span class="title"><span style="font-family: Verdana; font-size: small;">Layer                        Protocol TCP/IP</span></span></strong><br />
Ilustrasi berikut menggambarkan susunan tiga layer dari Protokol TCP/IP:</p>
<ul>
<li>Application Layer</li>
<li>Transport Layer</li>
<li>Internet Layer</li>
</ul>
<p><img src="http://mudji.net/press/wp-content/uploads/2008/03/osi-tcp.JPG" alt="TCP IP upper Layer" /><br />
<strong><span class="title"><span style="font-family: Verdana; font-size: small;">.<br />
Mengenal TCP</span></span></strong><br />
TCP adalah connection oriented, protocol handal yang berada pada Layer Transport dari TCP/IP Protocol Stack.</p>
<p><strong><span class="title"><span style="font-family: Verdana; font-size: small;"> Fungsi TCP</span></span></strong><br />
Berikut ini adalah fungsi umum TCP Protocol:</p>
<ul>
<li>TCP bertugas memecah pesan-pesan menjadi beberapa segment, menyatukan kembali (reassemble) pada stasiun tujuan, mengirimkan kembali apapun yang tidak diterima, dan menyatukan kembali pesan-pesan tersebut dari beberapa segment.</li>
<li>TCP menyediakan sirkuit virtual antara aplikasi end-user.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mudji.net/press/?feed=rss2&amp;p=236</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Konfigurasi Cisco Secure PIX Firewall &#038; 2 Cisco Router</title>
		<link>http://mudji.net/press/?p=253</link>
		<comments>http://mudji.net/press/?p=253#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 11:15:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mudji</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cisco]]></category>

		<category><![CDATA[Security]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mudji.net/press/?p=253</guid>
		<description><![CDATA[Network Diagram


KONFIGURASI:
Konfigurasi yang ditampilkan pertama kali disini adalah PIX Firewall karena konfigurasi router harus sudah mengerti sebelumnya dalam hubungannya dengan Firewall.
 



PIX Firewall




!&#8212; Sets the outside address of the PIX Firewall:

ip address outside 131.1.23.2

!&#8212; Sets the inside address of the PIX Firewall:

ip address inside 10.10.254.1

!&#8212; Sets the global pool for hosts inside the firewall:

global (outside) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Network Diagram</strong></p>
<p><img src="http://mudji.net/Pix_Network_Diagram.gif" border="0" alt="Pix_Network_Diagram.gif" /></p>
<p><strong><br />
KONFIGURASI:</strong><br />
Konfigurasi yang ditampilkan pertama kali disini adalah PIX Firewall karena konfigurasi router harus sudah mengerti sebelumnya dalam hubungannya dengan Firewall.</p>
<p><a name="t1"> </a><span id="more-253"></span></p>
<table border="1" cellspacing="1" cellpadding="3" width="60%">
<tbody>
<tr>
<th>PIX Firewall</th>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#080a14">
<pre><em>
<span style="color: #0000ff;">!&#8212; Sets the outside address of the PIX Firewall:</span>
</em>
ip address outside 131.1.23.2
<em>
<span style="color: #0000ff;">!&#8212; Sets the inside address of the PIX Firewall:</span>
</em>
ip address inside 10.10.254.1
<em>
<span style="color: #0000ff;">!&#8212; Sets the global pool for hosts inside the firewall:</span>
</em>
global (outside) 1 131.1.23.12-131.1.23.254
<em>
<span style="color: #0000ff;">!&#8212; Allows hosts in the 10.0.0.0 network to be
!&#8212; translated through the PIX:</span>
</em>
nat (inside) 1 10.0.0.0
<em>
<span style="color: #0000ff;">!&#8212; Configures a static translation for an admin workstation
!&#8212; with local address 10.14.8.50:</span>
</em>
static (inside,outside) 131.1.23.11 10.14.8.50
<em>
<span style="color: #0000ff;">!&#8212; Allows syslog packets to pass through the PIX from RTRA.
!&#8212; You can use conduits OR access-lists to permit traffic.
!&#8212; Conduits has been added to show the use of the command,
!&#8212; however they are commented in the document, since the
!&#8212; recommendation is to use access-list.
!&#8212; To the admin workstation (syslog server):
!&#8212; Using conduit:
!&#8212; conduit permit udp host 131.1.23.11 eq 514 host 131.1.23.1 </span>
</em>

<em>
<span style="color: #0000ff;">!&#8212; Using access-list:</span>
</em>
Access-list 101 permit udp host 131.1.23.1 host 131.1.23.11 255.255.255.0 eq 514
Access-group 101 in interface outside
<em>
<span style="color: #0000ff;">!&#8212; Permits incoming mail connections to 131.1.23.10:</span>
</em>
static (inside, outside) 131.1.23.10 10.10.254.3
<em>
<span style="color: #0000ff;">!&#8212; Using conduits
!&#8212; conduit permit TCP host 131.1.23.10 eq smtp any
!&#8212; Using Access-lists, we use access-list 101
!&#8212; which is already applied to interface outside.</span>
</em>
Access-list 101 permit tcp any host 131.1.23.10 eq smtp
<em>
<span style="color: #0000ff;">!&#8212; PIX needs static routes or the use of routing protocols
!&#8212; to know about networks not directly connected.
!&#8212; Add a route to network 10.14.8.x/24.</span>
</em>
route inside 10.14.8.0 255.255.255.0 10.10.254.2
<em>
<span style="color: #0000ff;">!&#8212; Add a default route to the rest of the traffic
!&#8212; that goes to the internet.</span>
</em>
Route outside 0.0.0.0 0.0.0.0 131.1.23.1
<em>
<span style="color: #0000ff;">!&#8212; Enables the Mail Guard feature
!&#8212; to accept only seven SMTP commands
!&#8212; HELO, MAIL, RCPT, DATA, RSET, NOOP, and QUIT:
!&#8212; (This can be turned off to permit ESMTP by negating with
!&#8212; the <strong>no fixup protocol smtp 25</strong> command):</span>
</em>
fixup protocol smtp 25
<em>
<span style="color: #0000ff;">!&#8212; Allows Telnet from the inside workstation at 10.14.8.50
!&#8212; into the inside interface of the PIX:</span>
</em>
telnet 10.14.8.50
<em>
<span style="color: #0000ff;">!&#8212; Turns on logging:</span>
</em>
logging on
<em>
<span style="color: #0000ff;">!&#8212; Turns on the logging facility 20:</span>
</em>
logging facility 20
<em>
<span style="color: #0000ff;">!&#8212; Turns on logging level 7:</span>
</em>
logging history 7
<em>
<span style="color: #0000ff;">!&#8212; Turns on the logging on the inside interface:</span>
</em>
logging host inside 10.14.8.50</pre>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Catatan:</strong> RTRA adalah router pertahanan luar. RTRA harus melindungi PIX Firewall dari serangan secara langsung, melindungi server FTP/HTTP, dan berfungsi sebagai sebuah alarm system. Jika seseorang masuk ke RTRA, system administrator akan tahu seketika.</p>
<table border="1" cellspacing="1" cellpadding="3" width="60%">
<tbody>
<tr>
<th>RTRA</th>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#080a14">
<pre>no service tcp small-servers
<em>
<span style="color: #0000ff;">!&#8212; Prevents some attacks against the router itself.</span>
</em>
logging trap debugging
<em>
<span style="color: #0000ff;">!&#8212; Forces the router to send a message
!&#8212; to the syslog server for each and every
!&#8212; event on the router. This includes packets denied
!&#8212; access through access lists and
!&#8212; configuration changes. This acts as an early warning system to the system
!&#8212; administrator that someone is trying to break in, or has broken in and is
!&#8212; trying to create a &#8220;hole&#8221; in their firewall.</span>
</em>
logging 131.1.23.11
<em>
<span style="color: #0000ff;">!&#8212; The router logs all events to this
!&#8212; host, which in this case is the
!&#8212; &#8220;outside&#8221; or &#8220;translated&#8221; address of the system
!&#8212; administrator&#8217;s workstation.</span>
</em>
enable secret xxxxxxxxxxx
!
interface Ethernet 0
ip address 131.1.23.1 255.255.255.0
!
interface Serial 0
ip unnumbered ethernet 0
ip access-group 110 in
<em>
<span style="color: #0000ff;">!&#8212; Shields the PIX Firewall and the HTTP/FTP
!&#8212; server from attacks and guards
!&#8212; against spoofing attacks.</span>
</em>
!
access-list 110 deny ip 131.1.23.0 0.0.0.255 any log
<em>
<span style="color: #0000ff;">!&#8212; RTRA and the PIX Firewall.
!&#8212; This is to prevent spoofing attacks.</span>
</em>
access-list 110 deny ip any host 131.1.23.2 log
<em>
<span style="color: #0000ff;">!&#8212; Prevents direct attacks against the
!&#8212; outside interface of the PIX Firewall and
!&#8212; logs any attempts to connect to the
!&#8212; outside interface of the PIX to the syslog server.</span>
</em>
access-list 110 permit tcp any 131.1.23.0 0.0.0.255 established
<em>
<span style="color: #0000ff;">!&#8212; Permits packets which are part
!&#8212; of an established TCP session.</span>
</em>
access-list 110 permit tcp any host 131.1.23.3 eq ftp
<em>
<span style="color: #0000ff;">!&#8212; Allows FTP connections into the FTP/HTTP server.</span>
</em>
access-list 110 permit tcp any host 131.1.23.3 eq ftp-data
<em>
<span style="color: #0000ff;">!&#8212; Allows ftp-data connections into the FTP/HTTP server.</span>
</em>
access-list 110 permit tcp any host 131.1.23.3 eq www
<em>
<span style="color: #0000ff;">!&#8212; Allows HTTP connections into the FTP/HTTP server.</span>
</em>
access-list 110 deny ip any host 131.1.23.3 log
<em>
<span style="color: #0000ff;">!&#8212; Disallows all other connections to
!&#8212; the FTP/HTTP server, and logs any attempt
!&#8212; to connect this server to the syslog server.</span>
</em>
access-list 110 permit ip any 131.1.23.0 0.0.0.255
<em>
<span style="color: #0000ff;">!&#8212; Permits other traffic destined to the
!&#8212; network between the PIX Firewall and RTRA.</span>
</em>
!
line vty 0 4
login
password xxxxxxxxxx
access-class 10 in
<em>
<span style="color: #0000ff;">!&#8212; Restricts Telnet access to the router
!&#8212; to those IP addresses listed in
!&#8212; access list 10.</span>
</em>
!
access-list 10 permit ip 131.1.23.11
<em>
<span style="color: #0000ff;">!&#8212; Permits only the workstation of the administrator
!&#8212; to Telnet into the router. This
!&#8212; access list may need to be changed to permit
!&#8212; access from the Internet for
!&#8212; maintenance, but should contain as few
!&#8212; entries as possible.</span>
</em></pre>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Catatan:</strong> RTRB adalah router pertahanan bagian dalam. RTRB adalah garis pertahanan terakhir dalam firewall anda, dan merupakan pintu masuk ke dalam jaringan internal anda.</p>
<p><a name="t3"> </a></p>
<table border="1" cellspacing="1" cellpadding="3" width="60%">
<tbody>
<tr>
<th>RTRB</th>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#080a14">
<pre>logging trap debugging
logging 10.14.8.50
<em>
<span style="color: #0000ff;">!&#8212; Log all activity on this router to the
!&#8212; syslog server on the administrator&#8217;s
!&#8212; workstation, including configuration changes.</span>
</em>
!
interface Ethernet 0
ip address 10.10.254.2 255.255.255.0
no ip proxy-arp
ip access-group 110 in
<em>
<span style="color: #0000ff;">!&#8212; Prevents inside and outside addresses
!&#8212; from mingling; guards against attacks
!&#8212; launched from the PIX Firewall or the
!&#8212; SMTP server as much as possible.</span>
</em>
!
access-list 110 permit udp host 10.10.250.5 0.0.0.255
<em>
<span style="color: #0000ff;">!&#8212; Permits syslog messages destined
!&#8212; to the administrator&#8217;s workstation.</span>
</em>
access-list 110 deny ip host 10.10.254.1 any log
<em>
<span style="color: #0000ff;">!&#8212; Denies any other packets sourced
!&#8212; from the PIX Firewall.</span>
</em>
access-list 110 permit tcp host 10.10.254.3 10.0.0.0 0.255.255.255 eq smtp
<em>
<span style="color: #0000ff;">!&#8212; Permits SMTP mail connections from the
!&#8212; mail host to internal mail servers.</span>
</em>
access-list 110 deny ip host 10.10.254.3 10.0.0.0 0.255.255.255
<em>
<span style="color: #0000ff;">!&#8212; Denies all other traffic sourced
!&#8212; from the mail server.</span>
</em>
access-list 110 deny ip 10.10.250.0 0.0.0.255 any
<em>
<span style="color: #0000ff;">!&#8212; Prevents spoofing of trusted addresses
!&#8212; on the internal network.</span>
</em>
access-list 110 permit ip 10.10.254.0 0.0.0.255 10.10.250.0 0.255.255.255
<em>
<span style="color: #0000ff;">!&#8212; Permits all other traffic sourced from
!&#8212; the network between the PIX Firewall and RTRB.</span>
</em>
!
line vty 0 4
login
password xxxxxxxxxx
access-class 10 in
<em>
<span style="color: #0000ff;">!&#8212; Restricts Telnet access to the router
!&#8212; to those IP addresses listed in
!&#8212; access list 10.</span>
</em>
!
access-list 10 permit ip 10.14.8.50
<em>
<span style="color: #0000ff;">!&#8212; Permits only the workstation of the administrator
!&#8212; to Telnet into the router. This
!&#8212; access list may need to be changed to permit
!&#8212; access from the Internet for
!&#8212; maintenance, but should contain as few entries as possible.

!&#8212; A static route or routing protocol must be utilized
!&#8212; to make the router aware of network 10.14.8.x (which is
!&#8212; inside the corporate network). This is because
!&#8212; it is not a directly connected network.

</span>
</em></pre>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>======</p>
<p><strong>KONSEP</strong></p>
<p>Tujuan dari Firewall adalah untuk mencegah masuknya trafik yang tidak diinginkan (unauthorized/illegal) ke dalam jaringan anda bersamaan dengan trafik yang anda inginkan (authorized/legal). Hal ini akan menjadi lebih mudah dimulai dengan menganalisa dan membreakdown objek objek yang penting kemudian mempertimbangkan bagaimana membuat pertahanan dari kriminal/hacker yang selalu mengintai untuk memasuki jaringan anda. Misal seorang kriminal mengincar server anda yang berisi informasi penting dan bisa dijual ke kompetitor anda. Dia mulai mempelajari server anda, misal alamat server anda 10.10.250.100</p>
<p>Sang kriminal menemukan beberapa masalah serius: alamat IP server anda tidak bisa dicapai melalui Internet, jadi tidak ada satupun organisasi yang mengirimkan paket ke alamat network 10. Hal ini menyebabkan sang kriminal mencari tahu alamat ip berapa yang digunakan untuk mentranslate ip ini ke internet. Asumsikan bahwa sang kriminal tidak dapat menemukan cara untuk memasuki/menyerang server anda secara langsung dari internet, kemudian mencari akal dengan jalan masuk ke jaringan dan menyerang server dari dalam jaringan anda.</p>
<p>Rintangan pertama yang ditemuinya adalah &#8220;demilitarized zone&#8221; (DMZ), pada diagram diatas adalah antara RTRA dan PIX Firewall. Sang kriminal mencoba melewati/memasuki RTRA, tetapi router telah dikonfigurasi hanya menerima koneksi dari workstation sang admin, dan memblock paket yang berasal dari DMZ itu sendiri. Jika sang kriminal bisa masuk ke RTRA, dia hanya menemukan bahwa dirinya sedang berhadapan dengan PIX Firewal itu sendiri - dia tidak akan bisa masuk ke jaringan anda, dan dia tetap tidak bisa menyerang/masuk ke host/server anda.</p>
<p>Sang kriminal bisa mencoba dengan mematahkan FTP/HTTP server, yang memiliki satu kemungkinan untuk dicoba. Host ini harus benar-benar aman dari jenis serangan seperti ini. Jika sang kriminal bisa mematahkan FTP/HTTP dan masuk ke server, dia masih belum berada pada posisi untuk menyerang server secara langsung yang meiliki data-data sensitive, tapi dia berada pada posisi bisa menyerang PIX Firewall secara langsung. Dalam kasus ini, segala aktivitas kriminal seharusnya di LOG (menyimpan syslog pada server) oleh sang admin, sehingga bisa memberikan peringatan/alert akan keberadaan seorang penyusup/kriminal.</p>
<p>Jika attacker (sang kriminal) sukses mematahkan outer DMZ, kurang lebih dia sudah berada pada posisi untuk menyerang PIX Firewall, jadi target selanjutnya adalah inner DMZ. Dia bisa mencapai inner DMZ dengan menyerang PIX Firewall atau menyerang RTRB, yang telah diprogram hanya menerima Telnet session dari PC sang admin saja. Sekali lagi, usaha attacker tsb utk mematahkan inner DMZ telah di LOG baik di PIX Firewall maupun di RTRB, jadi system administrator seharusnya menerima beberapa pesan peringatan &#8220;Warning&#8221; dan bisa menghentikan serangan sebelum attacker bisa masuk ke titik rawan / server yang berisi data-data sensitive.</p>
<p>Konsepnya adalah buatlah pertahanan berlapis lapis bukan satu &#8220;super strong&#8221; firewall. Masing-masing bagian saling terhubung satu sama lain menjadi sebuah struktur Firewall yang sangat kuat, cukup flexible untuk melewatkan trafik yang anda inginkan, dan juga memiliki system alert/peringatan (alarms &amp; early warning systems)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mudji.net/press/?feed=rss2&amp;p=253</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Mengkonfigurasi jaringan Ad-Hoc Wireless LAN (peer-to-peer)</title>
		<link>http://mudji.net/press/?p=252</link>
		<comments>http://mudji.net/press/?p=252#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 11:04:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mudji</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Technology]]></category>

		<category><![CDATA[Wireless]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mudji.net/press/?p=252</guid>
		<description><![CDATA[
Model jaringan ini memungkinkan perangkat wireless berkomunikasi satu sama lain secara langsung tanpa central access point.
Banyak metode digunakan untuk konfigurasi jaringan Ad-Hoc, berikut adalah salah satu contoh sederhana tips dan tahapan dalam mengkonfigurasi jaringan Ad-Hoc wireless LAN.

Dibutuhkan &#8220;wireless network card&#8221;  pada masing-masing komputer.
Masuk ke &#8220;network card properties&#8221; dan set SSID dengan nama tertentu (unique). [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://mudji.net/press/wp-content/uploads/2008/06/Wlan_adhoc.png" alt="Ad-Hoc Wireless LAN" width="260" height="127" /></p>
<p>Model jaringan ini memungkinkan perangkat wireless berkomunikasi satu sama lain secara langsung tanpa central access point.</p>
<p>Banyak metode digunakan untuk konfigurasi jaringan Ad-Hoc, berikut adalah salah satu contoh sederhana tips dan tahapan dalam mengkonfigurasi jaringan Ad-Hoc wireless LAN.</p>
<ol>
<li>Dibutuhkan &#8220;wireless network card&#8221;  pada masing-masing komputer.</li>
<li>Masuk ke &#8220;network card properties&#8221; dan set SSID dengan nama tertentu (unique). Pastikan bahwa anda mengkonfigure SSID dengan nama yang sama untuk masing-masing komputer. Jika tidak sama, jaringan tidak akan terhubung.</li>
<li>Masuk ke &#8220;network card properties&#8221; dan set &#8220;channel&#8221; untuk jaringan wireless yang akan digunakan. Pastikan anda mengkonfigurasi channel dengan angka yang sama untuk masing-masing komputer. Jika tidak, jaringan tidak akan terhubung.</li>
<li>Set IP LAN static pada kedua komputer. Patikan anda mengkonfigurasi IP komputer tersebut dalam satu subnet dan range yang sama. Jika anda set IP  pada satu komputer 192.168.1.1 255.255.255.0, pastikan komputer lainnya di set juga pada range (192.168.1.2-254).</li>
<li>Set &#8220;network card&#8221; pada mode &#8220;ad-hoc&#8221;, bukan &#8220;infrastructure&#8221;.</li>
</ol>
<p>Dengan konfigurasi diatas, seharusnya jaringan ad-hoc anda sudah bisa berjalan normal.<span id="more-252"></span></p>
<p>Misal, salah satu PC anda terhubung ke internet, dan PC satu lagi ingin ikut/numpang dalam mengakses internet, anda bisa mengaktifkan fungsi <a title="Internet Connection Sharing" href="http://mudji.net/ICS.zip" target="_blank">Internet Connection Sharing (ICS)</a> pada OS Windows, berikut tahapannya:</p>
<ol>
<li>Aktifkan &#8220;ICS&#8221; pada PC yang memiliki koneksi internet. Catat alamat IP PC ini, yang akan menjadi komputer &#8220;host&#8221;.</li>
<li>Set &#8220;default gateway&#8221; &#8220;network card&#8221; pada PC yang kedua ke alamat IP komputer &#8220;host&#8221; (refer ke No.1).</li>
<li>Set &#8220;DNS server&#8221; untuk PC yang kedua dengan alamat IP DNS dari ISP anda.</li>
</ol>
<p>Perlu diingat bahwa dengan &#8220;Internet Connection Sharing&#8221; (ICS) via ad-hoc wireless LAN, komputer &#8220;host&#8221; harus selalu &#8220;ON&#8221;, jika anda ingin PC kedua bisa mengakses internet.</p>
<p>Tahapan Test Koneksi untuk PC Windows :</p>
<ol>
<li>Klik Start.</li>
<li>Klik Run.</li>
<li>Ketik &#8220;cmd&#8221;.</li>
<li>Ketik &#8220;ping x.x.x.x&#8221;, dimana x.x.x.x adalah alamat IP dari salah satu PC.</li>
<li>Jika &#8220;ping is successful&#8221;, maka jaringan anda sudah UP dan anda memiliki &#8220;full connectivity&#8221;</li>
</ol>
<p>Selamat mencoba dan berkarya&#8230;</p>
<p>Salam &#8230;Peaceeee</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mudji.net/press/?feed=rss2&amp;p=252</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

