{"id":254,"date":"2010-03-17T21:51:59","date_gmt":"2010-03-17T17:51:59","guid":{"rendered":"http:\/\/mudji.net\/press\/?p=254"},"modified":"2021-06-11T21:56:51","modified_gmt":"2021-06-11T17:56:51","slug":"alamat-ip-dan-subnetting-bagi-pemula","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mudji.net\/press\/?p=254","title":{"rendered":"Alamat IP &#038; Subnetting Bagi Pemula"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Kita akan coba membahas cara mengkonfigurasi IP routing pada sebuah router, bagaimana membagi-bagi alamat IP atau sering dikenal dengan SUBNETTING, dan bagaimana mengkonfigurasi alamat IP pada tiap-tiap interface router dengan sebuah subnet yang unik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelum melanjutkan ke materi, berikut istilah-istilah yang akan sering digunakan<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><strong>Address<\/strong>\u2014Nomor ID unik yang di set pada sebuah host atau interface pada sebuah jaringan.<\/li>\n<li><strong>Subnet<\/strong>\u2014 Porsi\/blok IP yang merupakan bagian dari jaringan (network sharing).<\/li>\n<li><strong>Subnet mask<\/strong>\u2014Kombinasi\u00a032-bit, digunakan untuk mengilustrasikan porsi dari\u00a0sebuah alamat yang merefer pada subnet dan bagian\/porsi yang merefer pada host.<\/li>\n<li><strong>Interface<\/strong>\u2014Sebuah koneksi jaringan (antarmuka).<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebuah alamat\u00a0IP\u00a0adalah sebuah alamat yang digunakan untuk mengidentifikasi sebuah perangkat secara unik pada sebuah jaringan IP. Alamat IP terdiri dari\u00a032 bit binary\u00a0yang terdiri dari porsi network dan porsi host dengan bantuan dari sebuah &#8220;subnet mask&#8221;.\u00a0\u00a032 bit binary\u00a0terbagi dalam\u00a04 octet (1 octet = 8 bit).\u00a0Masing-masing octet dikonversi menjadi\u00a0&#8220;decimal&#8221;\u00a0dan dipisahkan dengan tanda titik (dot). Dengan demikian, sebuah alamat\u00a0IP dinyatakan dalam format\u00a0&#8220;dotted decimal&#8221;\u00a0(contoh, 172.16.81.100). Nilai dari masing-masing\u00a0octet berkisar antara\u00a00\u00a0sampai 255 dalam &#8220;decimal&#8221;,\u00a0atau 00000000 &#8211; 11111111 dalam &#8220;binary&#8221;.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut bagaimana\u00a0&#8220;octet binary&#8221; dikonversi ke\u00a0&#8220;decimal&#8221;: Bit paling kanan dari sebuah octet memiliki nilai\u00a02<sup>0<\/sup>.\u00a0Bit disebelah kirinya memiliki nilai\u00a02<sup>1<\/sup>. dan seterusnya sampai bit paling kiri yang miliki nilai\u00a02<sup>7<\/sup>. Jadi jika semua bit bernilai 1, nilai\u00a0&#8220;decimal&#8221;-nya menjadi\u00a0255 sebagai berikut :<\/p>\n<blockquote>\n<p>1 1 1 1 1 1 1 1<br \/>128 64 32 16 8 4 2 1 (128+64+32+16+8+4+2+1=255)<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut contoh sederhana konversi sebuah octect jika tidak semua bit bernilai\u00a01.<\/p>\n<blockquote>\n<p>0 1 0 0 0 0 0 1<br \/>0 64 0 0 0 0 0 1 (0+64+0+0+0+0+0+1=65)<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dan berikut contoh sebuah alamat IP dengan\u00a0&#8220;binary&#8221; dan &#8220;decimal&#8221;-nya.<\/p>\n<blockquote>\n<p>10. 1. 23. 19 (decimal)<br \/>00001010.00000001.00010111.00010011 (binary)<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Octet &#8211; octect ini dibagi-dibagi untuk menyediakan\u00a0sebuah\u00a0skema pengalamatan yang dapat mengakomodasi jaringan kecil maupun besar. Terdapat 5 kelas\/class jaringan yang berbeda, yaitu class\u00a0A\u00a0sampai class\u00a0E. Kita akan membahas hanya pengalamatan jaringan\u00a0class A\u00a0sampai C saja, sedangkan class\u00a0D dan E diluar ruang lingkup pembahasan.<!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Figure 1 menunjukkan class jaringan A sampai E dan range alamat IP dari masing-masing class.<\/p>\n<p><a name=\"figone\"><\/a><strong>Figure 1<\/strong><\/p>\n<p><a name=\"figone\"><\/a><img src=\"http:\/\/mudji.net\/images\/3an.gif\" alt=\"3an.gif\" border=\"0\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam sebuah alamat Class A, octet pertama adalah porsi jaringan\/network, jadi contoh Class A dalam Figure 1 mempunyai alamat jaringan utama 1.0.0.0 &#8211; 127.255.255.255. Octet 2, 3, dan 4 (24 bit berikutnya) adalah untuk pengaturan dan pembagian jaringan ke dalam &#8220;subnet dan host&#8221;. Pengalamatan Class A digunakan untuk jaringan yang memiliki lebih dari 65.536 host (sebenarnya sampai 16777214 host!).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam sebuah alamat Class B, octet\u00a0kedua adalah porsi jaringan\/network, jadi contoh Class\u00a0B dalam Figure 1 mempunyai alamat jaringan utama 128.0.0.0 &#8211; 191.255.255.255. Octet 3 dan 4 (16 bit) adalah untuk lokal &#8220;subnet&#8221; dan &#8220;host&#8221;. Pengalamatan Class\u00a0B digunakan untuk jaringan yang memiliki jumlah host antara 256\u00a0dan 65534.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam sebuah alamat Class C, octet\u00a0ketiga adalah porsi jaringan\/network, contoh Class\u00a0C dalam Figure 1 mempunyai alamat jaringan utama 192.0.0.0 &#8211; 233.255.255.255. Octet 4 (8 bit) adalah untuk lokal &#8220;subnet&#8221; dan &#8220;host&#8221;. Cocok untuk jaringan dengan jumlah host kurang dari 254.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"text-decoration: underline;\">NETWORK MASK<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebuah\u00a0&#8220;network mask&#8221;\u00a0membantu kita\u00a0mengenal porsi mana dari\u00a0alamat IP yang menunjukkan jaringan\/network dan porsi mana yang menunjukkan node\/host.\u00a0Jaringan class A, B, dan C mempunyai &#8220;mask default&#8221;, juga dikenal sebagai\u00a0&#8220;mask natural&#8221;, seperti berikut:<\/p>\n<blockquote>\n<p>Class A: 255.0.0.0<br \/>Class B: 255.255.0.0<br \/>Class C: 255.255.255.0<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebuah alamat\u00a0IP\u00a0pada jaringan Class A yang belum di-&#8220;subnet&#8221; akan memiliki sebuah pasangan\u00a0alamat\/mask seperti contoh\u00a0: 8.20.15.1 255.0.0.0. Untuk melihat\u00a0bagaimana &#8220;mask&#8221; membantu kita mengidentifikasi bagian\/porsi jaringan dan node\/host dari sebuah alamat, konversikan alamat dan &#8220;mask&#8221; ke bilangan biner\/binary.<\/p>\n<blockquote>\n<p>8.20.15.1 = 00001000.00010100.00001111.00000001<br \/>255.0.0.0 = 11111111.00000000.00000000.00000000<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika anda sudah mendapatkan alamat dan mask dalam bentuk binary, maka identifikasi jaringan\/network dan host ID akan lebih mudah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bit-bit alamat untuk MASK yang di set 1 menyatakan Network ID, dan yang di set 0 menyatakan Node ID.<\/p>\n<blockquote>\n<pre>8.20.15.1 = 00001000.00010100.00001111.00000001\n\n255.0.0.0 = 11111111.00000000.00000000.00000000\n\n-----------------------------------\n\nnet id |      host id\nnetid =  00001000 = 8\n\nhostid = 00010100.00001111.00000001 = 20.15.1<\/pre>\n<\/blockquote>\n<h2><a name=\"ustand_subnet\"><\/a><br \/>Pengertian Subnetting<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anda bisa membuat <em>multiple logical networks<\/em> dalam suatu jaringan Class A, B, atau C. Jika anda tidak melakukan <em>subnet<\/em>, anda hanya bisa menggunakan satu jaringan\/network Class A, B, atau\u00a0 C network, hal ini sangatlah tidak lazim.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tiap-tiap <em>data link <\/em>di jaringan harus memiliki Network ID yang unik, dengan node\/host pada link tersebut yang menjadi anggota dari Network tersebut (jaringan yang sama). Jika anda membagi network utama (Class A, B, atau C) menjadi subnetwork yang lebih kecil, maka anda bisa membuat <em>interconnecting subnetworks<\/em> (hubungan antar subnetwork dengan IP routing protocol). Maka masing-masing <em>data link<\/em> pada jaringan ini memiliki network\/subnetwork ID yang unik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk melakukan subnetting alias men-subnet suatu jaringan, perpanjang <em>natural\/default mask<\/em> dengan bit-bit yang bernilai 1 pada porsi host ID untuk membuat sebuah subnetwork ID. Contoh sebuah Class C network: 204.17.5.0 dengan natural\/default mask: 255.255.255.0, Anda bisa membuat subnet dengan cara sebagai berikut :<\/p>\n<blockquote>\n<pre>204.17.5.0 -      11001100.00010001.00000101.00000000\n\n255.255.255.224 - 11111111.11111111.11111111.11100000\n\n--------------------------|sub|----<\/pre>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan memperpanjang MASK menjadi 255.255.255.224, and telah menambahkan 3 bit bernilai 1 (ditandai dengan &#8220;sub&#8221;) pada porsi host yang digunakan untuk membentuk subnet. Dengan 3 bit tersebut, memungkinkan anda membuat 8 subnet. Dengan sisa 5 bit bernilai 0 untuk host ID, masing-masing subnet\u00a0 memiliki 32 alamat host, dan hanya 30 saja yang bisa diterapkan\/diconfigurasi pada perangkat\/device, karena host ID dengan seluruh bit nya bernilai 1 atau seluruhnya bernilai 0 tidak bisa diterapkan pada perangkat\/device. (<strong>Ini sangat penting sekali untuk diingat<\/strong>). Berikut subnet-subnet yang telah kita buat:<\/p>\n<blockquote>\n<pre>204.17.5.0 255.255.255.224     host address range 1 to 30\n\n204.17.5.32 255.255.255.224    host address range 33 to 62\n\n204.17.5.64 255.255.255.224    host address range 65 to 94\n\n204.17.5.96 255.255.255.224    host address range 97 to 126\n\n204.17.5.128 255.255.255.224   host address range 129 to 158\n\n204.17.5.160 255.255.255.224   host address range 161 to 190\n\n204.17.5.192 255.255.255.224   host address range 193 to 222\n\n204.17.5.224 255.255.255.224   host address range 225 to 254<\/pre>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Note: <\/strong>Ada 2 cara untuk penulisan MASK. Pertama, seperti diatas, anda menggunakan 3 bit bernilai 1 lebih daripada &#8220;natural\/default&#8221; MASK Class C, anda bisa menyatakan alamat-alamat ini memiliki 3-bit subnet MASK. Kedua, MASK : 255.255.255.224 dapat ditulis seperti: \/27 karena terdapat 27 bit (bernilai 1) yang telah di set pada MASK. Cara kedua tersebut, dikenal dengan nama\u00a0<span class=\"content\">Classless Interdomain Routing (CIDR)-<\/span><em>pembahasan berikutnya<\/em> . Dengan CIDR, satu network dapat ditulis dengan notasi <em>prefix\/length<\/em>. Contoh, 204.17.5.32\/27 sama dengan network 204.17.5.32 255.255.255.224.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span class=\"content\">Skema <em>network subnetting<\/em> untuk 8 subnet, dapat digambarkan sebagai berikut::<\/span><\/p>\n<p><a name=\"figtwo\"><\/a><strong>Figure 2<\/strong><\/p>\n<p><a name=\"figtwo\"><\/a><img src=\"http:\/\/mudji.net\/images\/3b.gif\" alt=\"3b.gif\" border=\"0\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masing-masing router pada <strong>Figure 2<\/strong> terhubung ke 4 subnetwork, satu diantara subnetwork terhubung pada kedua router tersebut. Masing-masing router juga memiliki sebuah alamat IP pada masing-masing subnetwork yang terhubung padanya. Masing-masing subnetwork bisa men-support sampai 30 alamat IP host.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih banyak subnets, lebih sedikit alamat host yang tersedia per subnet. Contoh Network kelas C 204.17.5.0 dan sebuah mask 255.255.255.224 (\/27) akan menghasilkan 8 subnets, masing-masing subnet memiliki 32 alamat host ( hanya 30 alamat IP host yang bisa dikonfigurasi pada perangkat\/devices). Jika anda menggunakan mask 255.255.255.240 (\/28), maka detilnya sebagai berikut:<\/p>\n<blockquote>\n<pre>204.17.5.0 -      11001100.00010001.00000101.00000000\n\n255.255.255.240 - 11111111.11111111.11111111.11110000\n\n--------------------------|sub |---<\/pre>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena anda memiliki 4 bit untuk membuat subnet, sehingga anda hanya memiliki 4 bit (sebelah kiri) untuk alamat host. Jadi dalam hal ini anda dapat memiliki 16 subnet, masing-masing subnet memiliki 16 alamat host ( hanya 14 alamat IP host yang bisa\u00a0 dikonfigurasi pada perangkat\/devices).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita akan coba liat cara mensubnet untuk Network Kelas B. Jika anda memiliki network 172.16.0.0 , maka anda akan segera tahu &#8220;natura&#8221;l mask-nya adalah 255.255.0.0 atau 172.16.0.0\/16. Memperpanjang mask melebihi 255.255.0.0 berarti anda melakukan &#8220;subnetting&#8221;. Anda dengan cepat bisa melihat bahwa anda bisa membuat lebih banyak subnet daripada Network Kelas C. Jika anda menggunakan mask 255.255.248.0 (\/21), berapa jumlah subnet dan host per subnet?<\/p>\n<blockquote>\n<pre>172.16.0.0  -   10101100.00010000.00000000.00000000\n\n255.255.248.0 - 11111111.11111111.11111000.00000000\n\n-----------------| sub |-----------<\/pre>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anda menggunakan 5 bit dari &#8220;original&#8221; bit host untuk subnet. Sehingga anda bisa memiliki 32 subnet (2<sup>5<\/sup>). Setelah anda menggunakan 5 bit (nilai 1) untuk &#8220;subnetting&#8221;, tersisa 11 bit (nilai 0) untuk alamat host. Sehingga anda bisa memiliki 2048 alamat host (2<sup>11<\/sup>), hanya 2046 alamat IP host yang bisa dikonfigurasi pada perangkat\/devices.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Note: <\/strong>Dulu, terdapat keterbatasan penggunaan &#8220;subnet 0&#8221; (semua bit subnet diset ke Nol\/zero). Beberapa perangkat tidak mensupport subnet zero ini. Perangkat Cisco Systems dapat menggunakan subnet zero ini dengan mengkonfigurasi perintah : <strong>ip subnet zero<\/strong><\/p>\n<h2><a name=\"examples\"><\/a><\/h2>\n<h3><a name=\"ex1\"><\/a>Contoh:<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekarang anda sudah memahami apa itu &#8220;subnetting&#8221;, mari kita terapkan ilmu ini. Sebagai contoh, anda memiliki kombinasi 2 alamat IP \/mask, ditulisa dengan notasi &#8220;prefix\/length&#8221; (length=jumlah bit yang bernilai 1), yang telah dikonfigurasi pada 2 perangkat\/device. Tugas anda adalah menentukan apakah kedua perangkat ini berapa pada subnet yang sama atau berbeda. Anda dapat menggunakan alamat dan mask dari masing-masing perangkat untuk menentukan subnet dari kedua alamat IP host\/perangkat tersebut.<\/p>\n<blockquote>\n<pre>Perangkat A: 172.16.17.30\/20\n\nPerangkat B: 172.16.28.15\/20<\/pre>\n<\/blockquote>\n<p><strong>Penentuan Subnet untuk Perangkat A:<\/strong><\/p>\n<blockquote>\n<pre>172.16.17.30  -   10101100.00010000.00010001.00011110\n\n255.255.240.0 -   11111111.11111111.11110000.00000000\n\n-----------------| sub|------------\n\nsubnet =          10101100.00010000.00010000.00000000 = 172.16.16.0<\/pre>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penentuan subnet dengan melakukan sebuah logika &#8220;AND&#8221; antara subnet mask dan alamat IP host. Dalam hal ini, Perangkat A berada pada subnet 172.16.16.0.<\/p>\n<p><strong>Penentuan Subnet untuk Perangkat B:<\/strong><\/p>\n<blockquote>\n<pre>172.16.28.15  -   10101100.00010000.00011100.00001111\n\n255.255.240.0 -   11111111.11111111.11110000.00000000\n\n-----------------| sub|------------\n\nsubnet =          10101100.00010000.00010000.00000000 = 172.16.16.0<\/pre>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari hasil diatas, disimpulkan bahwa Perangkat A dan Perangkat B berada\/memiliki subnet yang sama , yaitu 172.16.16.0.<\/p>\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kita akan coba membahas cara mengkonfigurasi IP routing pada sebuah router, bagaimana membagi-bagi alamat IP atau sering dikenal dengan SUBNETTING, dan bagaimana mengkonfigurasi alamat IP pada tiap-tiap interface router dengan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[15,1],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mudji.net\/press\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/254"}],"collection":[{"href":"https:\/\/mudji.net\/press\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mudji.net\/press\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mudji.net\/press\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mudji.net\/press\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=254"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/mudji.net\/press\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/254\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":390,"href":"https:\/\/mudji.net\/press\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/254\/revisions\/390"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mudji.net\/press\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=254"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mudji.net\/press\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=254"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mudji.net\/press\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=254"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}