{"id":261,"date":"2011-07-14T12:16:30","date_gmt":"2011-07-14T08:16:30","guid":{"rendered":"http:\/\/mudji.net\/press\/?p=261"},"modified":"2021-06-11T21:56:08","modified_gmt":"2021-06-11T17:56:08","slug":"berbuat-baik-pada-orang-tua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mudji.net\/press\/?p=261","title":{"rendered":"Berbuat Baik Pada Orang Tua"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Bentuk-Bentuk Berbuat Baik Kepada Kedua Orang Tua Adalah :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bergaul dengan keduanya dengan cara yang baik. Di dalam hadits Nabi \u00a0Shallallahu \u2018alaihi wa sallam disebutkan bahwa memberikan kegembiraan \u00a0kepada seorang mu\u2019min termasuk shadaqah, lebih utama lagi kalau \u00a0memberikan kegembiraan kepada kedua orang tua kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam \u00a0nasihat perkawinan dikatakan agar suami senantiasa berbuat baik kepada \u00a0istri, maka kepada kedua orang tua harus lebih dari kepada istri. Karena \u00a0dia yang melahirkan, mengasuh, mendidik dan banyak jasa lainnya kepada \u00a0kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam \u00a0suatu riwayat dikatakan bahwa ketika seseorang meminta izin untuk \u00a0berjihad (dalam hal ini fardhu kifayah kecuali waktu diserang musuh maka \u00a0fardhu \u2018ain) dengan meninggalkan orang tuanya dalam keadaan menangis, \u00a0maka Rasulullah Shallallahu \u2018alaihi wa sallam berkata, \u201cKembali dan \u00a0buatlah keduanya tertawa seperti engkau telah membuat keduanya menangis\u201d [Hadits Riwayat Abu Dawud dan Nasa&#8217;i] Dalam riwayat lain dikatakan : \u00a0\u201cBerbaktilah kepada kedua orang tuamu\u201d [Hadits Riwayat Bukhari dan \u00a0Muslim]<!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kedua.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yaitu berkata kepada keduanya dengan perkataan yang lemah lembut. \u00a0Hendaknya dibedakan berbicara dengan kedua orang tua dan berbicara \u00a0dengan anak, teman atau dengan yang lain. Berbicara dengan perkataan \u00a0yang mulia kepada kedua orang tua, tidak boleh mengucapkan \u2018ah\u2019 apalagi \u00a0mencemooh dan mencaci maki atau melaknat keduanya karena ini merupakan \u00a0dosa besar dan bentuk kedurhakaan kepada orang tua. Jika hal ini sampai \u00a0terjadi, wal iya \u2018udzubillah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita \u00a0tidak boleh berkata kasar kepada orang tua kita, meskipun keduanya \u00a0berbuat jahat kepada kita. Atau ada hak kita yang ditahan oleh orang tua \u00a0atau orang tua memukul kita atau keduanya belum memenuhi apa yang kita \u00a0minta (misalnya biaya sekolah) walaupun mereka memiliki, kita tetap \u00a0tidak boleh durhaka kepada keduanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketiga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tawadlu (rendah diri). Tidak boleh kibir (sombong) apabila sudah meraih \u00a0sukses atau mempunyai jabatan di dunia, karena sewaktu lahir kita berada \u00a0dalam keadaan hina dan membutuhkan pertolongan. Kedua orang tualah yang \u00a0menolong dengan memberi makan, minum, pakaian dan semuanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seandainya \u00a0kita diperintahkan untuk melakukan pekerjaan yang kita anggap ringan \u00a0dan merendahkan kita yang mungkin tidak sesuai dengan kesuksesan atau \u00a0jabatan kita dan bukan sesuatu yang haram, wajib bagi kita untuk tetap \u00a0taat kepada keduanya. Lakukan dengan senang hati karena hal tersebut \u00a0tidak akan menurunkan derajat kita, karena yang menyuruh adalah orang \u00a0tua kita sendiri. Hal itu merupakan kesempatan bagi kita untuk berbuat \u00a0baik selagi keduanya masih hidup.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keempat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yaitu memberikan infak (shadaqah) kepada kedua orang tua. Semua harta \u00a0kita adalah milik orang tua. Firman Allah Subhanahu wa Ta\u2019ala surat \u00a0Al-Baqarah ayat 215.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cArtinya \u00a0: Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka infakkan. Jawablah, \u00a0\u201cHarta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu bapakmu, kaum \u00a0kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang \u00a0dalam perjalanan. Dan apa saja kebajikan yang kamu perbuat sesungguhnya \u00a0Allah maha mengetahui\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika \u00a0seseorang sudah berkecukupan dalam hal harta hendaklah ia \u00a0menafkahkannya yang pertama adalah kepada kedua orang tuanya. Kedua \u00a0orang tua memiliki hak tersebut sebagaimana firman Allah Subhanahu wa \u00a0Ta\u2019ala dalam surat Al-Baqarah di atas. Kemudian kaum kerabat, anak yatim \u00a0dan orang-orang yang dalam perjalanan. Berbuat baik yang pertama adalah \u00a0kepada ibu kemudian bapak dan yang lain, sebagaimana sabda Rasulullah \u00a0Shallallahu \u2018alaihi wa sallam berikut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cArtinya \u00a0: Hendaklah kamu berbuat baik kepada ibumu kemudian ibumu sekali lagi \u00a0ibumu kemudian bapakmu kemudian orang yang terdekat dan yang terdekat\u201d \u00a0[Hadits Riwayat Bukhari dalam Adabul Mufrad No. 3, Abu Dawud No. 5139 \u00a0dan Tirmidzi 1897, Hakim 3\/642 dan 4\/150 dari Mu&#8217;awiyah bin Haidah, \u00a0Ahmad 5\/3,5 dan berkata Tirmidzi, &#8220;Hadits Hasan&#8221;]<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagian \u00a0orang yang telah menikah tidak menafkahkan hartanya lagi kepada orang \u00a0tuanya karena takut kepada istrinya, hal ini tidak dibenarkan. Yang \u00a0mengatur harta adalah suami sebagaimana disebutkan bahwa laki-laki \u00a0adalah pemimpin bagi kaum wanita. Harus dijelaskan kepada istri bahwa \u00a0kewajiban yang utama bagi anak laki-laki adalah berbakti kepada ibunya \u00a0(kedua orang tuanya) setelah Allah dan Rasul-Nya. Sedangkan kewajiban \u00a0yang utama bagi wanita yang telah bersuami setelah kepada Allah dan \u00a0Rasul-Nya adalah kepada suaminya. Ketaatan kepada suami akan membawanya \u00a0ke surga. Namun demikian suami hendaknya tetap memberi kesempatan atau \u00a0ijin agar istrinya dapat berinfaq dan berbuat baik lainnya kepada kedua \u00a0orang tuanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelima.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mendo\u2019akan orang tua. Sebagaimana dalam ayat \u201cRobbirhamhuma kamaa \u00a0rabbayaani shagiiro\u201d (Wahai Rabb-ku kasihanilah mereka keduanya, \u00a0sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku diwaktu kecil). Seandainya \u00a0orang tua belum mengikuti dakwah yang haq dan masih berbuat syirik serta \u00a0bid\u2019ah, kita harus tetap berlaku lemah lembut kepada keduanya. \u00a0Dakwahkan kepada keduanya dengan perkataan yang lemah lembut sambil \u00a0berdo\u2019a di malam hari, ketika sedang shaum, di hari Jum\u2019at dan di \u00a0tempat-tempat dikabulkannya do\u2019a agar ditunjuki dan dikembalikan ke \u00a0jalan yang haq oleh Allah Subhanahu wa Ta\u2019ala.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apabila kedua orang tua telah meninggal maka :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yang \u00a0pertama : Kita lakukan adalah meminta ampun kepada Allah Ta\u2019ala dengan \u00a0taubat yang nasuh (benar) bila kita pernah berbuat durhaka kepada kedua \u00a0orang tua sewaktu mereka masih hidup.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yang kedua : Adalah mendo\u2019akan kedua orang tua kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam \u00a0sebuah hadits dla\u2019if (lemah) yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Ibnu \u00a0Hibban, seseorang pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu \u2018alaihi \u00a0wa sallam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cApakah \u00a0ada suatu kebaikan yang harus aku perbuat kepada kedua orang tuaku \u00a0sesudah wafat keduanya ?\u201d Nabi Shallallahu \u2018alaihi wa sallam menjawab, \u00a0\u201cYa, kamu shalat atas keduanya, kamu istighfar kepada keduanya, kamu \u00a0memenuhi janji keduanya, kamu silaturahmi kepada orang yang pernah dia \u00a0pernah silaturahmi kepadanya dan memuliakan teman-temannya\u201d \\[Hadits ini \u00a0dilemahkan oleh beberapa imam ahli hadits karena di dalam sanadnya ada \u00a0seorang rawi yang lemah dan Syaikh Albani Rahimahullah melemahkan hadits \u00a0ini dalam kitabnya Misykatul Mashabiih dan juga dalam Tahqiq Riyadush \u00a0Shalihin (Bahajtun Nazhirin Syarah Riyadush Shalihin Juz I hal.413 \u00a0hadits No. 343)]<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sedangkan menurut hadits-hadits yang shahih tentang amal-amal yang diperbuat untuk kedua orang tua yang sudah wafat, adalah :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">[1] Mendo\u2019akannya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">[2] Menshalatkan ketika orang tua meninggal<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">[3] Selalu memintakan ampun untuk keduanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">[4] Membayarkan hutang-hutangnya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">[5] Melaksanakan wasiat yang sesuai dengan syari\u2019at.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">[6] Menyambung tali silaturrahmi kepada orang yang keduanya juga pernah menyambungnya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">[Diringkas dari beberapa hadits yang shahih]<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagaimana hadits Nabi Shallallahu \u2018alaihi wa sallam dari sahabat Abdullah bin Umar Radhiyallahu \u2018anhuma.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cArtinya \u00a0: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu \u2018alaihi wa sallam bersabda, \u00a0\u201cSesungguhnya termasuk kebaikan seseorang adalah menyambung tali \u00a0silaturrahmi kepada teman-teman bapaknya sesudah bapaknya meninggal\u201d \u00a0[Hadits Riwayat Muslim No. 12, 13, 2552]<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam \u00a0riwayat yang lain, Abdullah bin Umar Radhiyallahu \u2018anhuma menemui \u00a0seorang badui di perjalanan menuju Mekah, mereka orang-orang yang \u00a0sederhana. Kemudian Abdullah bin Umar mengucapkan salam kepada orang \u00a0tersebut dan menaikkannya ke atas keledai, kemudian sorbannya diberikan \u00a0kepada orang badui tersebut, kemudian Abdullah bin Umar berkata, \u201cSemoga \u00a0Allah membereskan urusanmu\u201d. Kemudian Abdullah bin Umar Radhiyallahu \u00a0\u2018anhumua berkata, \u201cSesungguhnya bapaknya orang ini adalah sahabat karib \u00a0dengan Umar sedangkan aku mendengar sabda Rasulullah Shallallahu \u2018alaihi \u00a0wa sallam :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cArtinya \u00a0: Sesungguhnya termasuk kebaikan seseorang adalah menyambung tali \u00a0silaturrahmi kepada teman-teman ayahnya\u201d \\[Hadits Riwayat Muslim 2552 \u00a0(13)]<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">[Disalin \u00a0dari Kitab Birrul Walidain, edisi Indonesia Berbakti Kepada Kedua Orang \u00a0Tua oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, terbitan Darul Qolam &#8211; \u00a0Jakarta]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bentuk-Bentuk Berbuat Baik Kepada Kedua Orang Tua Adalah : Pertama. Bergaul dengan keduanya dengan cara yang baik. Di dalam hadits Nabi \u00a0Shallallahu \u2018alaihi wa sallam disebutkan bahwa memberikan kegembiraan \u00a0kepada &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[2],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mudji.net\/press\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/261"}],"collection":[{"href":"https:\/\/mudji.net\/press\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mudji.net\/press\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mudji.net\/press\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mudji.net\/press\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=261"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/mudji.net\/press\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/261\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":385,"href":"https:\/\/mudji.net\/press\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/261\/revisions\/385"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mudji.net\/press\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=261"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mudji.net\/press\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=261"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mudji.net\/press\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=261"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}