Setiap kali malam ganjil di akhir bulan ramadhan, masjid-masjid selalu dipenuhi para jamaah yang melakukan iktikaf. Saat itulah umat Islam sedang berlomba-lomba untuk mendapatkan Lailatul Qadar, suatu barokah yang tak ternilai harganya.
Salah satu yang masjid yang menjadi tempat iktikaf adalah Masjid Al Hikmah di Jl Bangka II No 24 Jakarta Selatan. Masjid ini selalu dipenuhi jamaah bukan hanya dari Jakarta, tetapi juga kota-kota lain. Bahkan ada juga jamaah asal Malaysia yang rutin datang setiap pengujung Ramadhan. Sepanjang malam hingga subuh, ratusan jamaah terpekur dalam
doa. Beberapa tampak khusyuk berdzikir. Sebagian lain menderas ayat-ayat suci Alquran dengan suara yang syahdu dan pelan. (more…)

KELUARGAKU :
Mari kita biasakan bila membicarakan orang lain, selalu kita awali dengan KEBAIKANNYA, JASA-JASANYA & KELEBIHANNYA agar hati nyaman, obrolan bermanfaat & terhormat.
Hikmah Ali Imron 197 :
Janganlah terkecoh melihat orang yang ingkar tapi tampak sukses duniawi. Sesungguhnya dunia ini hanyalah kesenangan yang menipu. Taat pada Alloh adalah sebaik-baik rizki.
KELUARGAKU :
Kiat-kiat keAKRABan adalah komunikasi yang MEMBANGUN: menyemangati bukan melemahkan. Membuat Optimis bukan Pesimis. Mencari Solusi bukan mempermasalahkan masalah
KELUARGAKU :
Kunci pertama keakraban adalah komunikasi dua arah yang HANGAT, syaratnya AMAN, jangan mudah marah. Menyerang, memojokkan, mempermalukan, memotong pembicaraaan itu menyakitkan hati.
(more…)
Lailatul Qadr pertama kali dijumpai Nabi ketika beliau menerima wahyu untuk pertama kalinya. Hal yang amat menarik adalah Nabi sebelum kedatangan jibril sedang menyendiri, bertafakur dan berkontemplasi. Nabi memikirkan keadaan lingkungan sekitarnya yang mempraktekkan adat jahiliyah. Nabi menyingkir dari suasana yang tak sehat itu sambil merenung dan menghela nafas sejenak dari hiruk pikuk kota Mekkah. Nabi menetap di gua hira’ untuk kemudian berkontemplasi guna mensucikan dirinya. Pada saat itulah turun malaikat Jibril alaihis salam.
Pelajaran apa yang bisa kita ambil dari kisah ini?
Pertama, di tengah masyarakat yang tak lagi mengindahkan etika, moral dan hati nurani, kita harus menyingkir sejenak untuk memikirkan kondisi masyarakat tersebut. (more…)
Pada masa sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa melakukan i’tikaf (berdiam diri di masjid). Hal ini terus dilakukan Rasulullah sampai beliau wafat. Sudah semestinya kaum Muslimin melaksanakan sunnah yang diajarkan sosok teladan. Agar i’tikaf bisa memberikan hasil sesuai yang diharapkan dan agar orang yang beri’tikaf keluar dari masjid dalam kondisi telah diampuni dosa-dosanya, ada beberapa adab yang perlu diperhatikan, yaitu:
Niat yang Baik
Hendaklah orang yang ingin beri’tikaf memurnikan niatnya untuk mencari keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala, meraih derajat di akhirat dengan cara melepaskan diri dari kegiatan dunia dan mengisinya dengan amaliyah akhirat, serta menghidupkan sunnah Rasulullah.
Sepuluh Hari Terakhir Bulan Ramadhan
Inilah sunnah Rasulullah, yang berlandaskan pada hadits yang diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, “Bahwasanya Rasulullah beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau wafat, kemudian para istri beliau beri’tikaf setelahnya.”
Boleh saja beri’tikaf selain waktu-waktu itu, akan tetapi tetap saja yang terbaik adalah pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. (more…)