Static Routes (Rute Statik)

Ξ March 18th, 2006 | → 32 Comments | ∇ Cisco, Routing, Technology |

Rute Statik adalah rute atau jalur spesifik yang ditentukan oleh user untuk meneruskan paket dari sumber ke tujuan. Rute ini ditentukan oleh administrator untuk mengontrol perilaku routing dari IP “internetwork”.

Pentingnya Rute Statik

Rute Statik menjadi sangat penting jika software IOC Cisco tidak bisa membentuk sebuah rute ke tujuan tertentu. Rute Statik juga sangat berguna untuk membuat “gateway” untuk semua paket yang tidak bisa di”routing”.(default route).

“Stub Network”

Rute Statik, umumnya digunakan untuk jalur/path dari jaringan ke sebuah “stub network” (jaringan yang dibelakangnya tidak ada jaringan lain).

staticroute1.gif

Sebuah “stub network’ (kadang di sebut “leaf node”) adalah jaringan yang hanya dapat diakses melalui satu rute. Seringkali, rute statik digunakan sebagai jalan satu-satunya untuk keluar masuk jaringan Stub.

Catatan : Rute statik dapat digunakan untuk koneksi ke suatu network yang tidak terhubung langsung dengan router anda. Untuk koneksi “end-to-end”, rute statik harus dikonfigurasi di dua arah.

Konfigurasi Rute Statik

Mengkonfigurasi Rute statik adalah dengan memasukkan tabel routing secara manual. Tidak terjadi perubahan dinamik dalam tabel ini selama jalur/rute aktif.

Perintah “ip route”

Perintah “ip route” digunakan untuk mengkonfigurasi sebuah rute statik dalam mode konfigurasi global.

ip route Command Syntax

Sintak untuk perintah “ip route” adalah sebagai berikut :
ip route network [mask] {address | interface}[distance] [permanent]

Parameter Perintah “ip route”

network : Network atau subnet tujuan

mask : Subnet mask

address : Alamat IP router Hop berikutnya.(IP address of next-hop router)

interface : Nama interface yang digunakan untuk mencapai network tujuan. Interface dapat berupa interface point-to-point. Perintah tidak akan berfungsi jika interface adalah multiaccess (contoh “shared media Ethernet interface”).

distance (Optional) : Mendefinisikan “administrative distance”.

permanent (Optional) : Menyatakan bahwa rute tidak akan dihapus, ketika interface mati (shuts down).

Contoh Konfigurasi Rute Statik

staticexample.gif

Tugas rute statik untuk mencapai stub network 172.16.1.0 adalah melalui Router A karena hanya ini satu-satunya jalan untuk mencapai network 172.16.1.0.

Contoh rute statik:
Router(config)#ip route 172.16.1.0 255.255.255.0 172.16.2.1

ip route : Identifikasi rute statik
172.16.1.0 : Alamat IP Stub Network
255.255.255.0 : Subnet Mask
172.16.2.1 : Alamat IP Router B

Catatan : Ini adalah sebuah rute “unidirectional”. Anda harus mengkonfigurasi rute dari arah/sisi lawan (Router B).

“Default Route”

“Default route” adalah tipe rute statik khusus. Sebuah “default route” adalah rute yang digunakan ketika rute dari sumber/source ke tujuan tidak dikenali atau ketika tidak terdapat informasi yang cukup dalam tabel routing ke network tujuan.

“Default Route Forwarding”

defaultroutes.gif

Pada gambar di atas, Router B dikonfigurasi untuk meneruskan/forward semua frame ke network tujuan yang tidak terdaftar secara eksplisit dalam routing tabel Router A.

Contoh “Default Route”

Router(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 172.16.2.2

ip route : Menyatakan rute statik
0.0.0.0 : Rute ke “nonexistent subnet”(mencakup semua IP)
0.0.0.0 : Special mask mengindikasikan “default route”
172.16.2.2: Alamat IP Router A.

Kesimpulan

  1. Routing adalah proses dimana suatu item dapat sampai ke tujuan dari satu lokasi ke lokasi lain. Untuk bisa me-routing, sebuah router harus tahu alamat tujuan, alamat asal/source, rute awal yang mungkin, dan path/jalur terbaik.
  2. Informasi routing adalah router mempelajari, baik statik maupun dinamik, kemudian informasi tersebut ditempatkan dalam routing tabelnya.
  3. Rute Statik adalah rute atau jalur spesifik yang ditentukan oleh user untuk meneruskan paket dari sumber ke tujuan. Rute ini ditentukan oleh administrator untuk mengontrol perilaku routing dari IP “internetwork”.
  4. Untuk mengkonfigurasi sebuah rute statik, masukkan perintah “ip route” dengan diikuti parameter: network, mask, address/alamat, interface, dan jarak/distance.
  5. “Default route” adalah tipe rute statik khusus. Sebuah “default route” adalah rute yang digunakan ketika rute dari sumber/source ke tujuan tidak dikenali atau ketika tidak terdapat informasi yang cukup dalam tabel routing ke network tujuan.

 

32 Responses to ' Static Routes (Rute Statik) '

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to ' Static Routes (Rute Statik) '.

  1. Motola said,

    on January 30th, 2007 at 1:52 am

    Assalmualaikum Pak Mudji,

    Bisa di jelaskan lebih lanjut mengenai nilai administrative distance pada sintak ip route.

    Terima kasih Pak.

  2. Mudji said,

    on March 9th, 2007 at 4:24 pm

    Wa’alaikum salam ww

    Administrative distance (AD) adalah nilai acuan untuk memilih jalur/rute trafik.
    Nilai semakin kecil adalah nilai yang lebih dipercaya/dipilih oleh si router, karena dianggap oleh algoritma routing merupakan jarak terpendek.

    Kita bisa memanipulasi nilai AD, misal :
    ip route 10.1.1.0 255.255.255.0 172.1.1.1 10
    ip route 10.1.1.0 255.255.255.0 192.168.1.2 100

    dari contoh diatas AD utk routing pertama adalah 10, dan AD utk routing kedua adalah 100. Maka trafik yang menuju ke 10.1.1.0 pasti melewati jalur 172.1.1.1, tetapi jika jalur/gateway 172.1.1.1 down, maka utk menuju ke 10.1.1.0 akan melalui jalur kedua yaitu 192.168.1.2, tetapi jika jalur pertama UP lagi, maka otomatis trafik akan pindah lagi ke jalur pertama

    Untuk routing dinamik juga mempunyai AD , misal :
    RIP : 120, IGRP : 100, OSPF : 110, EIGRP : 90, BGP : 200
    semoga membantu….

  3. supri said,

    on June 14th, 2007 at 12:13 am

    Assalamualaikum..
    Pak Mudji, saya mau nanya, gimana caranya ngelewatin traffik data melewati dua link yang berbeda.

    contoh : cabang – wavelan – pusat
    cabang – MPLS Lintasarta – pusat

    dari cabang ke pusat melewati dua koneksi tersebut. Rencananya yang lewat wavelan diprioritaskan email. yang lewat MPLS lintasarta HTTP. Gimana caranya ??

    mohon pencerahan.

  4. Mudji said,

    on June 20th, 2007 at 2:33 pm

    Wa’alaikum salam ww

    Solusi dengan menggunakan Access-List.
    1.buat access-list extended yang memfilter trafik email dan http.
    2. apply di interfaces yang mengarah ke wavelan dan MPLS

    Contoh konfigurasi di router pusat:
    R(config)#access-list 101 permit tcp [ip LAN pusat] [ip LAN cabang] eq 25
    R(config)#access-list 101 permit tcp [ip LAN pusat] [ip LAN cabang] eq 110
    R(config)#access-list 102 permit tcp [ip LAN pusat] [ip LAN cabang] eq 80

    note: trafik yang tidak didefine pd access-list akan di-deny (implisit deny all)

    Misal:
    Ethernet0 terhubung ke Wavelan
    Ethernet1 terhubung ke MPLS

    R(config)#interface ethernet e0
    R(config-if)#ip access-group 101 out

    R(config)#interface ethernet e1
    R(config-if)#ip access-group 102 out

    Selamat mencoba..GoodLuck
    Wassalam

  5. KenZo said,

    on August 20th, 2007 at 1:03 am

    Pagi/Siang/Malam Pak Mudji….

    Saya mo minta bantuan ya Pak?… sy ada trouble di 2620…
    FA0/0 bisa di ping and telnet dari pc. Tapi saya ga bisa ping ke s0/0.1 point-to-point, setelah direload bisa ngeping bentar trus destination host unreachable dari ip FA0/0.

    Apa ada setting yg salah yha? Sebelumnya saya pake 2501 dan udah saya set sama persis settingnya…

    Oya, ada setting yg belum sy masukkan udp ama tcp small server. Apa ada pengaruh setelah saya masukkan? (Sorry belum dicoba…kalo dicoba pada mati semua internetnya 🙁 )

    ip route pake default route 0.0.0.0 0.0.0.0 ip_gateway

    Thank u

  6. Mudji said,

    on August 20th, 2007 at 3:03 pm

    Hi Kenzo,
    Silakan kirim existing config dan gambarnya ke mudji@mudji.net atau ke mudji.basuki@gmail.com , nanti saya bantu menyelesaikannya.

    Regards
    Mudji

  7. chuppy said,

    on October 31st, 2007 at 2:17 am

    Wah saYa Salut sama Pak Mudji Yang mau BerBagi ILMU kepda Siapa Aja,Saya DOa kan pak SemoGa ilmu Bapak terUs terTambah
    FIFA AnaK Indonseia Pak

  8. Mudji said,

    on October 31st, 2007 at 4:49 am

    Hello Chuppy,

    Ini mah biasa saja, lagi coba mengamalkan hadist “sampaikanlah olehmu walaupun satu ayat” 🙂

    Salam
    Mudji

  9. Andri sofiyan said,

    on December 3rd, 2007 at 10:06 am

    mau tanya pak saya punya koneksi dari Pusat ke Cabang 2 link(Main & backup)saya ingin monitoring 2 link tsb bgmn ya pak..? dimana link main digunakan utk aplikasi HTTP & link backup sy gunakan u/ email
    dimana kedua aplikasi tsb dlm 1 vlan server

    thank’s

  10. Mudji said,

    on December 3rd, 2007 at 1:43 pm

    Dear Andri,

    Klo hanya monitor link, banyak tools yg bisa digunakan, misalkan Whats Up atau PRTG. Di mangga dua banyak yg jual.

    Install aplikasi di server dan aktifkan SNMP di router, SNMP community harus yang di set di server dan router, IP SNMP Server dimasukkan di router.

    Salam
    Mudji

  11. apip said,

    on March 13th, 2008 at 10:24 am

    assalamualaykum..mas Mudji,
    nanya lagi… subnetmasknya itu harus slalu 255.255.255.0 yah ? trus klo liat pnjelasan mas Mudji pd point 2 brarti kita bisa buat link backup dong ya? terima kasih banyak sbelumnya mas

    wassalam,

  12. mudji said,

    on March 13th, 2008 at 2:28 pm

    wa’alaikum salam wr.wb ya Apip,
    Subnetmask sangat bervariasi tidak slalu 255.255.255.0, anda bisa baca buku TCP/IP karangan pak Ono W. Purbo di gramedia, di dalamnya tedapat bermacam2 kelas IP dan subnet.

  13. dede said,

    on April 5th, 2008 at 6:19 am

    Ass.Wr.Wb

    Mas Mudji p kbr?Salut deh buat mas mudji skrg sdh sukses.Mas aku Dd./HD Mandiri(lintasarta).dulu knl mas mudji waktu msh jadi CE mandiri.:).Mas aku mau tanya yg di mskd ERGP di cisco apa ya? soalnya yg aku tau BGP.Soalnya aku msh gaptek.Pengen dpt sertifikat CCNA aja susah :(.Cara gampangnya gimna ya mas?
    Tks byk mas atas pencerahannya.

    Wassalam

  14. apip said,

    on April 9th, 2008 at 11:22 am

    maaf mas soalnya saya liat pd contoh rute statik yg mas mudji buat contoh diatas itu pd ip klas b subnetnya 255.255.255.0 dan pd penjelasan mas di point 2 jg ip klas a pake 255.255.255.0 jd simpulkan smua harus pake itu, terima kasih mas sbelumnya

  15. frozi said,

    on April 14th, 2008 at 11:23 am

    Ass, mas mao nanya cara konfigurasi setting snmpnya cisco donk…please…

    frozi
    thanx

  16. mudji said,

    on April 28th, 2008 at 8:22 am

    wa’salam ww, frozi
    Berikut konfigurasi basic untuk mengaktifkan protocol SNMP
    router(config)#snmp-server community [text] RO/RW
    router(config)#snmp-server host [ip snmp server yg digunakan]

    Note : RO = Read Only, RW = Read Write

    untuk opsi lainnya bisa digunakan tanda ? setelah command berikut :
    router(config)#snmp-server enable ?

  17. mudji said,

    on April 28th, 2008 at 8:44 am

    Hallo Dede, kabar baik.
    EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) adalah salah satu routing dynamik, yg dibuat oleh Cisco (propietary Cisco), jadi hanya bisa digunakan pada router2 produk cisco saja.

  18. mudji said,

    on April 28th, 2008 at 8:46 am

    Hi Apip,
    ya, kita bisa membuat backup link dengan routing statik. untuk 255.255.255.0 itu kita sebut subnet masking. tidak harus itu yang digunakan, banyak variasi lain sesuai kebutuhan. berikut beberapa contoh subnet masking:
    255.255.255.252, 255.255.255.248, 255.255.255.240, 255.255.0.0, 255.0.0.0, dst
    dari tiap subnet masking tersebut, anda harus bisa menentukan berapa IP host didalamnya..salam

  19. tegueh_ft said,

    on July 1st, 2008 at 9:12 am

    ass. mas aku mau minta tolong, ditempat aku kerja ada fasilitas internet, setiap kita buka mesti tau username and password, gmn cara melewati username and password, makasih

  20. apip said,

    on July 24th, 2008 at 10:05 am

    ou..ya ya mas.. brarti 255.255.255.0 itu /24 = 252 IP host didalemnya ya mas ..?

  21. kikoy said,

    on August 13th, 2008 at 11:44 am

    ass
    pak mudji bagus sekali threadnya ..sangat bermanfaat bagi saya di pekerjaan saya ..

    wasalam

  22. budi said,

    on January 21st, 2009 at 9:40 pm

    Dear Sir,
    Arikel-artikelnya sangat membantu saya buat belajar jaringan. Pak Mudji, mohon penjelasan tentang CCNA Exam itu seperti apa? karena kantor merencanakan saya ikut CCNA Exam, Apa yang harus dipersiapkan? hal ini karena saya baru belajar jaringan, Pak. Thx b4.
    Rgds,

  23. lukman tri said,

    on February 20th, 2009 at 12:22 pm

    assalamualaikum wr.wb

    pak saya mau tanya neh, simple sich tp saya bingung neterjemahkannya. saya dpt tugas revisi laporan dr dosen saya mengenai ” jarak rute ke server “. tp bgt saya cari2 di paman google or search enggine ln nya tp kog gk nemuin yah?? sekiranya bapak bisa bantu..sya ucapin trima kasih sekali.

    ….wassalam….

  24. mudji said,

    on March 1st, 2009 at 8:44 pm

    wsalam ww tegueh_ft,
    selagi dikantor anda menggunakan ip private, maka tidak ada jalan lain selain melewati proxy server yang menanyakan username dan password anda. Ini salah satu bentuk security utk mengontrol user access ke situs2 tertentu. semua aktivitas user terrekam di server.
    salam

  25. mudji said,

    on March 1st, 2009 at 8:51 pm

    hi apip,
    255.255.255.0 itu /24 , IP Host-nya adalah mulai dari 1 s.d 254

  26. mudji said,

    on March 1st, 2009 at 8:55 pm

    Hi Budi,
    CCNA ada 2 type:
    1. CCNA academy
    2. CCNA Industri code : 640-802

    Pertama yg harus ada kuasai adalah konsep IP , subnetting, dll.
    Untuk keterangan lebih lanjut anda bisa buka situs http://brainmatics.com

  27. mudji said,

    on March 1st, 2009 at 9:01 pm

    wsalam ww Lukman,
    “jarak rute ke server” dalam jaringan, bisa kita terjemahkan sebagai berapa banyak jumlah “hop” yang dilewati dari pc anda ke server.
    Untuk mengetahuinya, anda bisa gunakan command “tracert” pada DOS atau “traceroute” pada router cisco.

    Contoh “tracert” dari DOS ke server google.com adalah sebagai berikut :
    C:> tracert google.com

    Tracing route to google.com [74.125.45.100]
    over a maximum of 30 hops:

    1 2 ms 2 ms 1 ms Network.lan [192.168.1.1]
    2 50 ms 55 ms 40 ms 78.101.128.1
    3 34 ms 35 ms 33 ms 82.148.99.57
    4 32 ms 33 ms 37 ms 82.148.99.53
    5 35 ms 35 ms 36 ms 89.211.0.145
    6 36 ms 35 ms 33 ms 89.211.0.65
    7 36 ms 35 ms 36 ms 89.211.0.66
    8 182 ms 179 ms 179 ms 89.211.0.162
    9 180 ms 177 ms 180 ms 72.14.198.181
    10 176 ms 175 ms 174 ms 209.85.252.76
    11 259 ms 249 ms 252 ms 216.239.43.192
    12 247 ms 259 ms 243 ms 216.239.43.113
    13 266 ms 267 ms 274 ms 209.85.251.9
    14 271 ms 273 ms 267 ms 72.14.232.213
    15 276 ms 271 ms 271 ms 209.85.253.137
    16 273 ms 276 ms 277 ms yx-in-f100.google.com [74.125.45.100]

    Trace complete.

    Jadi kesimpulannya, dari pc saya sampai ke server google.com melewati 16 hops.
    salam

  28. anwar said,

    on January 14th, 2010 at 11:05 am

    halo, saya anwar nih? by the way mas mudji punya setingan NAT firewall dirouter engga? untuk keamanan antar bagian? misalnya disebuah jaringan komputer ada 2 bagian. penjualan dan ekspor impor, nah supaya bgn. penjualan engga bisa memanipulasi data yang ada di ekspor impor caranya gimana yach? pake NAT firewall dirouter shetingannya maksudnya?

    terimah kasih.
    ditunngu balasannya?

  29. mudji said,

    on January 14th, 2010 at 2:21 pm

    @Anwar, setting saja Access Control List (ACL) di router.
    Penjelasannya ada di sini
    http://www.cisco.com/en/US/docs/ios/12_2/security/configuration/guide/scfacls.html#wp1000893

    contohnya ada di sini
    http://mudji.net/press/?p=20

  30. salim jabir said,

    on April 20th, 2010 at 8:44 am

    Assalamualaikum wr wb.. met kenal ajah to All. butuh referensi tentang Cisco Router nich buat bikin skripsi

  31. Poppy said,

    on August 24th, 2010 at 9:25 am

    Halo Mudji, jika router digunakan sebagai firewall apakah harus menggunakan NAT? Tipe mana (static, pooled, overload) yang sebaiknya digunakan jika LAN tidak memiliki web server?

  32. Fian said,

    on May 21st, 2013 at 6:23 am

    Assalamu’alaikum Pak Mudji,
    wah bagus nih, selain ilmu teknologi juga ada dakwahnya.
    tapi sayang banget saya baru tau web ini, padahal pas saya dulu smk kelas 1,2,3 butuh.
    oiya saya mau nanya Pak perbedaan routing pake ip route sama rip v1. saya nyari2 fungsinya sama. tolong beri tahu konsepnya ya pak, klo konfigurasi insya Allah bisa, tapi konsepnya itu susah dipahami.
    terima kasih…
    (*berharap banget dibalas)

Leave a reply